Up-Date/Artikel Terbaru

Showing posts with label Tesis. Show all posts
Showing posts with label Tesis. Show all posts

Master Theses dari ITB

Master Theses dari JBPTITBBI / 2006-09-29 13:30:23
PENGARUH ESTRADIOL-17 BETA TERHADAP EKSPRESI GEN c-erbB2 PADA LINI SEL KANKER PAYUDARA SKBR-3 YANG DIKULTUR DI ATAS KOLAGEN TIPE IV

Oleh: SHELLY
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)-ITB
Dibuat: 2006-06, dengan 1 file(s).


Seperempat dari total kasus kanker payudara disebabkan oleh mutasi pada gen c-erbB2. Perkembangan kanker payudara tersebut dapat dipengaruhi oleh estrogen. Estrogen dapat meningkatkan mitogenesis melalui ikatannya dengan reseptor estrogen klasik (RE alfa dan RE beta) dan GPR30 (G protein-coupled receptor 30).

Faktor lain yang berperan dalam perkembangan kanker payudara adalah interaksi antara sel dan matriks ekstraseluler seperti membran basal. Salah satu komponen utama membran basal adalah kolagen IV yang terlibat dalam transduksi sinyal dalam set. Transduksi tersebut menyebabkan pengaktifan faktor transkripsi gen yang berperan dalam proliferasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh estradiol-17Beta (E2) dan kolagen IV terhadap ekspresi gen c-erbB2 pada sel kanker payudara SKBR-3 yang tidak memiliki reseptor estrogen klasik namun memiliki GPR30. Dalam eksperimen ini, terdapat 8 kelompok perlakuan yaitu: kultur sel selama 24 jam di atas substrat polistiren (K24); di atas kolagen IV (C24); diberi E2 10-6 M (E24); di atas kolagen IV dan diberi E2 10-6M (CE24); kultur sel selama 72 jam di atas substrat polistiren (K72); di atas kolagen IV (C72); diberi E2 10-6 M (E72); di atas kolagen IV dan diberi E2 10-6 M (CE72). Selama perlakuan tersebut, sel-sel SKBR-3 dikultur dalam SFDM (serum free define medium).

Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan tidak terdapatnya perbedaan morfologi sel SKBR-3 pada semua kelompok perlakuan. RNA total dari tiap kelompok diisolasi dengan total RNA extraction miniprep system (VIOGENE). Hasil RT-PCR terhadap gen c-erbB2 kemudian dibandingkan dengan hasil RT-PCR gen GAPDH sebagai kontrol positif dan dianalisis dengan program Scion Image. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian E2 10-6 M selama 24 dan 72 jam dapat menginduksi ekspresi gen c-erbB2. Penginduksi heregulin oleh E2 akan mengaktifkan HER2 yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas PKC. PKC memfosforilasi Ras yang akan mengaktifkan kaskade sinyal MAPK sehingga jumlah ERK-I/-2 yang teraktifkan meningkat. ERK 1/-2 yang teraktifkan akan meningkatkan sintesis protein aktivator (AP-2) yang selanjutnya akan berikatan dengan daerah HTF (HER-2 Transcription Factor) yang berada pada promotor c-erbB2 sehingga terjadi ekspresi yang berlebih dari gen c-erbB2.

Sel SKBR-3 yang dikultur di atas kolagen IV juga mengalami peningkatan ekspresi gen c-erbB2. Peningkatan ekspresi gen c-erbB2 tersebut disebabkan oleh pengaktifan jalur FAK dan Shc. Perlakuan E2 dan kolagen IV secara bersamaan selama 24 jam menyebabkan terjadinya peningkatan ekspresi gen c-erbB2 yang tertinggi di antara perlakuan lainnya, tetapi perlakuan E2 dan kolagen IV secara bersamaan selama 72 jam menyebabkan ekspresi gen c-erbB2 yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspresi gen c-erbB2 pada sel yang mendapat E2 saja.

Hal ini disebabkan karena penghambatan dari integrin pada sel tersebut setelah terjadinya ekspresi gen c-erbB2 yang berlebih pada sel yang diberi perlakuan kolagen IV dan E2 selama lebih dari 24 jam. Dan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan ekspresi gen c-erbB2 pada sel-sel kanker payudara SKBR-3 dapat disebabkan oleh E2 maupun kolagen IV.

Adanya ekspresi gen c-erbB2 yang berlebih pada sel yang dikultur dengan kedua perlakuan tersebut secara bersamaan dapat mengganggu pengaktifan ekspresi gen c-erbB2, yang diduga disebabkan oleh penghambatan fungsi integrin.

Kanker payudara perempuan usia muda

Penelitian Pionir di Indonesia
Analisa molekuler penderita kanker payudara usia muda di Indonesia'. Itulah judul disertasi Dewajani Purnomosari untuk mendapatkan gelar doktor dalam bidang biologi molekuler di Universitas Utrecht Belanda. Apa alasannya melakukan penelitian itu?


Mencolok
Neni, demikian panggilan staf pengajar di Universitas Gajah Mada Jogyakarta itu tertarik untuk melakukan penelitian tersebut karena banyaknya kasus kanker payudara yang terjadi pada perempuan usia muda di Indonesia. Memang di dunia ini kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan selain kanker leher rahim. Tetapi yang mencolok, demikian Neni, di Indonesia terutama di Jogyakarta, tempat tinggal Neni, banyak perempuan muda yang sudah terkena kanker payudara. Dari data yang dikumpulkannya antara 1999 - 2004, prosentase perempuan muda di bawah usia 40 tahun (early onset) yang menderita kanker payudara sebesar 26 %, sedangkan untuk populasi dunia, prosentase tersebut hanyalah 6 % saja. Di Belanda, patokan usia muda dalam hal kanker payudara adalah di bawah 50 tahun. Patokan ini tampaknya tidak mungkin diterapkan pada populasi di Indonesia karena harapan hidup perempuan Indonesia adalah 65 tahun sedangkan di Belanda 83 tahun sehingga patokan usia untuk Indonesia diturunkan sepuluh tahun menjadi 40 tahun.

Faktor resiko
Neni menjelaskan sejumlah faktor resiko yang bisa menyebabkan kanker payudara. Misalnya saja faktor gaya hidup, pola makan, olah raga, faktor berkaitan dengan hormon, ada tidaknya anak, menyusui atau tidak. Yang juga tidak kalah penting adalah faktor polutan. Neni menggarisbawahi bahwa ada dua macam kanker payudara, yaitu yang sporadis dan yang herediter atau keturunan. Sebetulnya, demikian Neni, 'semua manusia dalam perjalanan hidupnya memiliki resiko terkena kanker, karena kita selalu terekspos segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker'.

Sporadis dan herediter
Untuk yang sifatnya sporadis, kanker biasanya muncul pada usia di atas 50 tahun. Tetapi untuk yang sifatnya herediter, kanker bisa terjadi pada usia muda. Penjelasannya karena salah satu alelnya (bentuk alternatif dari gen dalam kaitan dengan ekspresi suatu sifat, wikipedia, red) sudah rusak sehingga faktor lingkungan atau faktor-faktor lainnya hanya cukup menyerang alel satu laginya untuk menimbulkan kanker.

Sedangkan untuk yang sifatnya sporadis faktor lingkungan atau faktor lain, harus menyerang dan merusak kedua alel terlebih dahulu. Karena apabila alel yang satu rusak sedangkan yang lainnya masih betul, maka kanker tersebut belum muncul. Jadi, demikian Neni, 'waktu untuk merusak kedua atau satu alel, jelas lebih cepat yang satu. Oleh karena itu mengapa pada yang herediter, kecenderungannya dia muncul pada usia muda'. Penelitian yang dilakukan Dewajani ini adalah penelitian pionir di Indonesia karena belum pernah dikerjakan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya mutasi terhadap gen yang disebut BRCA1 dan BRCA2. 'Suatu jenis mutasi bisa jadi bersifat sangat spesifik atau khusus untuk satu populasi tertentu'. Demikian jelas Neni.

Prevensi
Adapun tujuan akhir penelitian sebagai langkah prevensi bagi anggota keluarga lainnya. 'Apabila kanker payudara yang diderita pasien memang sifatnya herediter, maka anggota keluarga yang lain harus segera diberitahu sehingga langkah awal bisa segera diambil. Dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, bisa melalui mamografi atau MRI (Magnetic Resonance Imaging, red)', demikian Neni. Tapi Neni menambahkan 'walaupun itu tidak selalu berarti bahwa anggota keluarga yang lain juga akan mendapatkan kanker serupa, hanya saja resiko untuk itu bertambah besar'. Tetapi bagi Neni, langkah yang paling mudah dan murah adalah mengenali diri sendiri karena katanya 'bagaimanapun itu adalah tubuh kita sendiri. Masa sih kita nggak sempat menyisihkan sepuluh menit dalam sehari untuk memeriksa apa yang terjadi dengan tubuh kita'. Sadari (Periksa Payudara Sendiri), sebaiknya dilakukan seminggu sesudah haid atau menstruasi, jangan sebelumnya karena menjelan
g haid terjadi peningkatan aktivitas kelenjar dan sel-sel payudara. Demikian saran Dewajani Purnomosari.
Selamat untuk Neni.

Diterbitkan oleh Juliani Wahjana - Radio Netherland Berbahasa Indonesia (12/01/07)

Makalah Ibu Novalina, SP, MSi

© 2003 Novalina Posted 13 December 2003

Makalah Pribadi
Pengantar Ke Falsafah Sains (PPS702)
Program Pasca Sarjana S3
Institut Pertanian Bogor
Desember 2003


PENGGUNAAN TANAMAN OBAT
SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF DALAM
TERAPI KANKER








Dosen:
Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng (Penanggungjawab)
Prof. Dr. Ir. Zahrial Coto

Info Farmasi/Obat Kanker