Header Ads

LightBlog

Cisplatin Dan Dampaknya Pada Kesuburan Wanita



Para peneliti dari Itali mengatakan mereka telah mengenali mekanisme akan kemoterapi yang mana yang dapat membuat seorang wanita kehilangan kesempatannya untuk memperoleh anak.

Yang menggugah rasa ingin tahu, para ilmuwan juga mendapati bahwa obat-obat anti kanker yang lain dapat meniadakan gejala-gejala negatif dari obat kemoterapi, cisplatin.

Penemuan ini, yang didemonstrasikan pada tikus-tikus dan dilaporkan secara online di Nature Medicine, meningkatkan harapan akan adanya jalan untuk melindungi kesuburan seorang wanita saat ia menjalankan pengobatan untuk kanker tetapi, penulis peneliti menekankan, ini masih mungkin sepenuhnya salah.

"Perpanjangan dari penemuan-penemuan ini untuk para pasien dan merancang percobaan-percobaan klinis adalah mungkin untuk membutuhkan perkembangan strategi-strategi pengiriman dari obat-obat yang ditargetkan untuk mencegah setiap potensi campur tangan dengan sistim terapi anti kanker," jelas penulis peneliti Stefania Gonfloni, dari departemen biologi di University of Rome.

"Saya rasa ini gagasan yang hebat. Mereka menemukan sebuah jalan kecil yang dapat digunakan sebagai penanda untuk mendeteksi obat mana yang akan menghasilkan sel-sel mati sebagai akibat dari kemoterapi, dan mereka menemukan sebuah obat yang memberikan efek perbaikan," kata Dr. George Attia, seorang associate professor of reproductive endocrinology and infertility di University of Miami Miller School of Medicine. "Tetapi, ini adalah penelitian ilmiah yang sangat mendasar. Penelitian ini masih awal."

Karena kemoterapi mempengaruhi sel-sel telur dalam indung telur, para wanita biasanya berakhir dengan kegagalan indung telur dan ketidaksuburan sebagai akibat dari pengobatan kanker.

"Kami seringkali menangani para wanita yang berada dalam usia reproduktif, dan terdapat banyak kekhawatiran mengenai pemeliharaan kesuburan sekalipun pada para wanita yang lebih tua, kemo menyebabkan menupause." kata Dr. Igor Astsaturov, seorang assitant professor of medical oncology di Fox Chase Cancer Center di Philadelphia. "Pendekatan standar saat ini adalah mengambil sel-sel telur untuk disimpan dan digunakan di kemudian hari."

Kemoterapi juga dapat menyebabkan cacat genetik pada keturunan. Khususnya, cisplatin, yang diteliti dalam penelitian ini, menyebabkan kerusakan pada jenis-jenis kromosom tertentu. Cisplatin biasanya digunakan dalam mengobati kanker rahim, catat Attia.

Dalam penelitian ini, Gonfloni dan para rekan kerjanya menunjukkan bahwa cisplatin menyebabkan kematian oocytes atau sel-sel kuman pada wanita, yang berasal dari enzim c-Abl, sebuah protein, yang saat bermutasi, juga dapat menyebabkan chronic myeloid leukemia (CML).

Tetapi menargetkan enzim dengan imatinib (Gleevec), sebuah obat yang digunakan untuk mengobati CML, melindungi oocytes dari pengaruh-pengaruh buruk dari cisplatin.

"Hasil-hasil ini meningkatkan kemungkinan dalam melindungi fungsi indung telur selama pengobatan kanker, dengan demikian menjaga kesuburan para wanita yang selamat dari kanker," kata Gonfloni.

Tetapi bagaimana menggunakan satu obat tanpa membahayakan yang lain?

"Pertama, kita harus menunjukkan bahwa imatinib dapat digunakan untuk mencegah keracunan ovarium/indung telur yang disebabkan oleh kemoterapi tanpa campur tangan dengan pengobatan anti-kanker." kata Gonfloni. "Dengan kata lain, kita harus membuktikan bahwa hewan-hewan di laboratorium yang menderita tumor dapat disembuhkan dengan kombinasi pengobatan cisplating dan imatinib, sementara di waktu yang bersamaan, juga menjaga kesuburan," jelasnya.

"Kemudian, untuk setiap implikasi klinik, akan menjadi sangat penting untuk membuktikan efek perlindungan yang sama dari sebuah dosis imtinib tertentu pada oocytes manusia yang dipelihara dan ditantang dengan obat-obat kemoterapi in vitro," tambahnya.

Dan pemeliharaan kesuburan tidak selalu hal yang benar, kata Astsaturov. "Kemoterapi menyebabkan menupause bagi beberapa penderita kanker yang tergantung pada beberapa hormon. Ini merupakan efek yang menguntungkan karena ini menghilangkan stimulan-stimulan untuk sel-sel kanker. Menupause adalah kontribusi untuk sembuh," katanya. "Hal ini masih diperdebatkan apakah kita seharusnya memelihara fungsi menstruasi bagaimanapun juga."


Dari MedicalEra

2 comments: