Up-Date/Artikel Terbaru

Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Informasi seputar Xeloda


Lembar Informasi

Xeloda® (Capecitabine)

Capecitabine (dipasarkan dengan nama Xeloda®) adalah tablet yang bekerja menyerang sel kanker saja tanpa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahaya seperti pada terapi intravena konvensional.

Bagaimana Capecitabine Bekerja?
Pasien meminum tablet capecitabine setelah sarapan dan setelah makan malam selama dua minggu dan kemudian ada waktu satu minggu periode istirahat. Setelah periode istirahat ini pasien meminum capecitabine lagi.

Capecitabine memiliki 3 langkah mekanisme aktivasi yang unik. Capecitabine bersifat tidak aktif pada saat ditelan, kemudian diserap ke dalam usus dan masuk ke aliran darah.

Dua langkah pertama proses aktivasi berlangsung di dalam hati, saat capecitabine mulai diubah menjadi ‘agen pembunuh sel kanker’ yang tetap bersifat non-toksik (tidak meracuni). Langkah terakhir aktivasi berlangsung di dalam sel kanker itu sendiri dimana capecitabine diaktifkan menjadi 5-FU oleh sebuah enzim yang lebih banyak ditemukan dalam sel kanker dibanding sel sehat. Dengan mekanisme ‘aktif pada sel tumor’ ini maka 5-FU akan lebih banyak diproduksi di sel kanker dibanding dengan di sel sehat.

Capecitabine selanjutnya meracuni sel kanker dengan 5-FU yang menyerang DNA sel kanker.[1- 2]

Bagaimana Kita Tahu Bahwa Capecitabine Bekerja Efektif?
Capecitabine telah dibandingkan dengan 5-FU/LV (5-FU plus leucovorin) yang diberikan dengan injeksi (injeksi bolus – rejimen Mayo) dalam dua studi internasional fase III yang melibatkan lebih dari 1,200 pasien dengan kanker kolorektal metastase.[3- 4]

Studi ini memperlihatkan bahwa satu dari 4 pasien yang diterapi dengan capecitabine (26%) memperlihatkan pengecilan kanker secara bermakna dibandingkan dengan pasien yang diterapi intravena (17% atau 1 dari 6 pasien). Ini menunjukkan bahwa capecitabine lebih efektif dalam memperkecil kanker dibandingkan terapi konvensional 5-FU/LV yang diberikan intravena. Selanjutnya, kanker berhenti tumbuh pada 48% pasien yang memakai capecitabine. Dengan demikian, dan 7 dari 10 pasien diuntungkan dengan terapi menggunakan capecitabine baik dengan pengecilan kanker secara bermakna maupun berhentinya pertumbuhan kanker. Waktu yang diperlukan untuk berkembangnya penyakit menjadi metastase serta angka harapan hidup pada dua kelompok relatif sama.[5]

Lebih Manjur dan Lebih Nyaman Untuk Pasien
Capecitabine memiliki profil toksisitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kemoterapi standar. Secara keseluruhan, capecitabine mengurangi resiko diare, sariawan, rambut rontok, mual, netropenia (rendahnya sel darah putih) serta mengurangi perawatan di rumah sakit.

Sebelum capecitabine dikembangkan, pasien dengan kanker kolorektal metastase yang ingin mendapatkan terapi terbaik atas penyakit mereka tidak memiliki pilihan kecuali kemoterapi infus teratur dengan 5-FU/LV yang dimasukkan ke vena, dipompakan melalui kateter yang secara permanen ditanamkan di bawah kulit.

Bersamaan dengan ketidaknyamaan kateter – dan operasi yang diperlukan untuk menanamnya – pasien juga beresiko terkena infeksi, pembekuan darah dan memar serta harus melakukan kunjungan rutin ke rumah sakit untuk mendapatkan kemoterapi.

Ketersediaan capecitabine tablet memungkinkan pasien untuk menjalani kemoterapi di rumah yang terntu saja efektifitasnya lebih baik.

Dua studi [6-7] yang menguji pilihan pasien menemukan bahwa pasien lebih memilih meminum tablet untuk kemoterapi dibandingkan dengan suntikan/infus, sepanjang tablet tersebut bekerja seefektif infus, dan capecitabine memiliki daya kerja yang diinginkan.

Efek Samping, Keamanan dan Tolerabilitas
Efek samping yang paling banyak ditemui dalam terapi 5-FU adalah diare, mual, stomatitis serta rambut rontok. Angka kejadian pada pasien pengguna capecitabine lebih rendah secara bermakna dibandingkan dengan 5-FU/LV infus.

Pada pasien pengguna capecitabine ditemukan kemerahan pada telapak tangan dan kaki atau biasa disebut hand-foot syndrome, tetapi dapat diatasi dengan penghentian terapi sementara serta penyesuaian dosis. Sindrom ini tidak membahayakan jiwa.

Penurunan jumlah sel darah putih (netropenia) pada pengguna capecitabine juga jauh lebih sedikit sehingga mengurangi resiko infeksi serta perawatan di rumah sakit.

Tentang Xeloda®
Xeloda® adalah suatu obat dalam pengobatan kanker. Xeloda® dikemas dalam bentuk tablet dan memiliki aktivitas yang berbeda dengan obat kemoterapi lainnya. Xeloda® telah disetuju FDA dan BPOM untuk pengobatan kanker payudara dan kolorektal baik secara sendirian atau kombinasi. Setiap pasien memiliki perbedaan dalam hal kebutuhan, reaksi pengobatan, dan tim medis Anda adalah referensi pertama dimana Anda mendapat informasi secara detail tentang penyakit Anda atau tentang pengobatan Xeloda®. Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar pengobatan dan penyakit Anda, jangan ragu untuk menanyakan pada tim medis Anda.

Apakah Xeloda® itu dan bagaimana cara kerjanya?
Xeloda® memiliki mekanisme kerja yang unik dimana Xeloda® menghasilkan 5-FU, yang bersifat membunuh kanker, hanya di dalam sel kanker. Xeloda® telah terdaftar di BPOM dan tersedia bagi pasein ASKES mulai 1 Januari 2005.

Apa beda Xeloda® dengan kemoterapi lainnya?
Sebagian besar kemoterapi diberikan melalui suntikan/infus yang mengharuskan pasien datang ke Rumah Sakit (RS) atau klinik. Xeloda® adalah obat yang dikonsumsi dalam bentuk tablet. Anda tidak perlu datang ke RS atau klinik untuk menerima Xeloda® tetapi cukup diminum di rumah atau dalam perjalanan.

Informasi penting yang harus Anda ketahui sebelum Anda mengkonsumsi Xeloda®
Penting untuk diketahui mengenai kondisi dimana Anda tidak boleh mengkonsumsi Xeloda®, diantaranya:
  1.  Anda memiliki reaksi alergi atau intoleransi terhadap Xeloda® atau 5-FU.
  2.  (5-Flouroracil), atau atau obat lain yang Anda terima selama pengobatan.
  3.  Anda hamil atau akan hamil.
  4. Anda sedang menyusui atau berencana untuk menyusui.
  5. Anda menderita penyakit depresi sum-sum tulang belakang yang berat.
  6. Anda menderita penyakit hati yang berat atau gangguan ginjal yang serius.
Sebelum mengkonsumsi Xeloda®, beritahukanlah kepada dokter jika Anda menderita penyakit di bawah ini:
  1. Penyakit jantung
  2. Penyakit ginjal
  3. Penyakit hati
  4. Penyakit serius lainnya
Apakah saya akan mendapatkan efek samping dari Xeloda®?
Seperti obat kanker lainnya, Xeloda® juga memiliki efek samping. Dokter akan memberitahukan Anda gejala yang timbul jika efek samping itu muncul. Jika Anda khawatir terhadap efek samping yang mungkin Anda alami selama pengobatan, Anda harus mengatakannya pada dokter Anda.

Efek samping apa yang sering muncul pada pemakaian Xeloda®?
Efek samping Xeloda® yang mungkin terjadi:
  • Sistem pencernaan: Diare, mual, muntah, stomatitis, dan rasa nyeri di daerah perut.
  • Kulit: Hand-foot Syndrome (telapak tangan dan kaki terasa gatal, sakit, bengkak dan kemerahan), adanya bintik-bintik di kulit, kulit kering dan gatal, dermatitis (radang kulit).
  • Lainnya: Kelelahan dan demam.
Efek samping di atas belum merupakan semua efek samping yang tertera. Jika Anda mengalami efek samping yang cukup serius selama mengkonsumsi Xeloda®, hubungilah dokter Anda untuk meminta saran.

Apa yang harus saya lakukan jika saya mengalami efek samping?
Efek samping yang terjadi dapat menjadi serius, untuk itu penting bagi Anda untuk menghentikan sementara pemakaian Xeloda® jika efek samping yang terjadi terasa mengganggu atau sebelum menjadi lebih serius. Jangan lupa untuk menghubungi tim dokter Anda untuk mendapat petunjuk selanjutnya. Hal ini mencegah efek samping menjadi sangat serius.

Bagaimana cara mengatasi efek samping yang terjadi?
  1. Diare, Konsultasikan ke dokter Anda dan minum obat untuk diare yang diresepkan. Obat yang umumnya diberikan dapat berupa loperamide 4 mg yang diminum pada diare pertama dilanjutkan dengan 2 mg setiap 6 jam dan dihentikan setelah 12 jam diare terakhir. Minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah kekurangan cairan, Stop Xeloda® untuk sementara bila diare 4 kali atau lebih dalam sehari, dan bila diare saat malam hari, serta konsultasikan dengan dokter Anda.
  2. Muntah, Konsultasikan dengan dokter Anda dan minum obat anti muntah yang diresepkan, misal 1-2 tablet Granisetron (Kytril®) setiap hari. Bila disertai mual, makanlah makanan yang mudah dicerna seperti biskuit dan hindari makanan berbau merangsang. Stop Xeloda® untuk sementara bila Anda muntah lebih dari 1 kali dalam sehari dan konsultasikan dengan dokter Anda.
  3. Sariawan, Jaga kebersihan gigi dan mulut: semisal berkumurlah dengan larutan soda dan garam (1 sendok teh soda dan 1 sendok teh garam dalam air hangat), lakukan 3-4 kali perhari. Hindari iritan pada mulut seperti buah sitrus, jus, rokok, dan makanan pedas. Stop Xeloda® untuk sementara bila Anda mengalami gejala stomatitis seperti mulut kemerahan, sakit dan membengkak, dan konsultasikan dengan dokter Anda.
Hand Foot Syndrome (HFS)
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
Hindari potensi cidera pada tangan dan kaki:
  • Hindari suhu yang lebih tinggi pada tangan dan kaki seperti mandi air panas.
  • Hindari gesekan, penekanan, pada telapak tangan dan kaki, seperti pemakaian sepatu yang ketat.Hindari produk parfum yang merangsang atau dapat mengiritasi dan mengeringkan kulit.
  • Gunakan sabun yang lembut. Gunakan krim atau lotion pelembab pada kaki dan tangan 2 kali sehari (semisal Uredrem, Tupepe, Soft-U-derm atau topikal 99% dimethyl-sulfoxide). Minum vitamin B6 atau vitamin E, tanyakan pada dokter dosis yang tepat untuk Anda, dosis yang umumnya diberikan adalah diatas 100 mg/hari untuk vitamin B6 dan 300 mg/hari untuk vitamin E.
Penatalaksanaan HFS yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
Stop Xeloda® untuk sementara bila Anda mengalami pembengkakan atau kemerahan yang disertai nyeri dan konsultasikan dengan dokter Anda. Dokter Anda dapat menghentikan sementara Xeloda® sampai gejala Anda membaik, selanjutnya dokter akan menentukan apakah dosis yang diberikan perlu dirubah. Penggunaan krim atau lotion pelembab dapat diteruskan (semisal Soft-U-Derm atau Urea Cream seperti Uredrem atau Tupepe Cream), dianjurkan setelah Anda memakai cream atau lotion tersebut, gunakan sarung tangan atau kaus kaki dari katun, ini akan membantu penyerapan krim atau lotion dan kulit Anda senantiasa tertutup. Dokter Anda dapat merekomendasikan krim yang mengandung kortikosteroid yang dapat mengurangi inflamasi.

Vitamin B6 dapat juga direkomendasikan oleh dokter Anda, ikutilah anjuran frekuensi penggunaan dan dosisnya. Beberapa pusat kesehatan menganjurkan untuk merendam kaki dan tangan dalam air dingin atau meletakkan ice pack pada daerah yang terkena. Mendinginkan tangan dan kaki akan mengurangi aliran darah pada daerah yang terkena dan membuat gejala jadi lebih ringan. Meletakkan tangan dan kaki pada posisi lebih tinggi juga dapat memberikan perbaikan. Selalu konsultasikan dengan dokter dan perawat Anda sebelum Anda melakukan pengobatan sendiri.

Apa yang SEBAIKNYA Anda lakukan bila terkena HFS:
  1. Hubungi dokter atau perawat Anda bila Anda melihat tanda-tanda HFS.
  2. Pakailah pakaian dan sepatu yang nyaman dan longgar.
  3. Pakailah sandal selama Anda berada di rumah.
  4. Tetap mandi menggunakan air dingin.
  5. Gunakan sabun yang lembut saat Anda mandi atau mencuci tangan dan kaki.
  6. Jangan menyeka kulit Anda sampai kering dengan handuk setelah mandi.
  7. Pakailah krim pelindung matahari saat Anda bepergian keluar di daerah yang terkena sinar matahari.
  8. Pakailah krim pelindung kulit.
  9. Hindari paparan terlalu lama tangan dan kaki terhadap air panas.

Apa yang TIDAK BOLEH Anda lakukan bila terkena HFS:
  1. Jangan menunggu gejala HFS Anda bertambah parah sebelum menghubungi dokter atau perawat Anda.
  2. Jangan membuat badan Anda terkena panas, semisal duduk di tempat yang terkena sinar matahari.
  3. Jangan membiarkan kulit Anda terlalu kering, oleskan secara lembut krim pelembab.
  4. Jangan melakukan aktivitas yang menyebabkan terjadinya gesekan atau penekanan terhadap kulit Anda seperti:
  • Berlutut atau bersandar pada siku Anda dalam waktu yang lama.
  • Melakukan pekerjaan kasar seperti berkebun.
  • Berjalan cepat, joging atau aerobik.
  • Menggunakan perkakas tangan seperti pemutar sekrup dan pisau dapur.
  • Berjalan dalam waktu yang lama.

Jangan memakai sarung tangan dari bahan karet karena akan menyebabkan panas dekat pada telapak tangan Anda.
Catatan: Penghentian terapi untuk sementara waktu akan membantu Anda mendapatkan hasil terapi yang optimal, karena dengan demikian efek samping bisa ditangani segera dan terapi lanjutan bisa diberikan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Hal ini sudah dibuktikan dari banyak studi yang menunjukan bahwa penghentian terapi tidak akan menyebabkan penyakit Anda menjadi lebih berat, asalkan terapi segera dilanjutkan apabila gejala efek samping sudah sembuh. Penelitian menunjukan penghentian sementara dapat membantu Anda untuk dapat mengatasi efek samping lebih baik secara alami, walaupun Anda sudah tidak mengalami efek samping yang berat seperti yang Anda alami sebelumnya.
  • Jika terjadi efek samping tersebut di atas yang cukup serius, hubungilah dokter atau perawat Anda untuk meminta sarannya.
  • Obat-obatan yang sebaiknya disiapkan di rumah antara lain: obat diare dan anti muntah.

Bagaimana cara mengkonsumsi Xeloda®?
Dokter akan memberitahukan Anda untuk mengkonsumsi Xeloda® dua kali selama 14 hari dan dilanjutkan dengan periode istirahat selama tujuh hari, dimana pada periode istirahat Xeloda® tidak perlu diminum. Periode 21 hari ini (14 hari minum obat dan tujuh hari istirahat) dikenal sebagai satu siklus pengobatan.
  • Minum obat 30 menit setelah makan pada pagi dan sore hari dengan selang waktu 12 jam.
  • Telan tablet Xeloda® dengan segelas air.
  • Minumlah banyak air, minimal dua liter dalam sehari. Bila Anda menemukan kesulitan menelan atau menggunakan kateter untuk memasukan makanan melalui hidung, maka Xeloda® boleh digerus karena Xeloda® larut dalam air.
Bolehkan Saya mengkonsumsi obat lain selagi saya mengkonsumsi Xeloda®?
Anda boleh meneruskan penggunaan obat-obat lain selagi Anda mengkonsumsi Xeloda®. Tapi Anda harus menginformasikan hal tersebut kepada dokter Anda, termasuk semua jenis obat yang Anda beli di Apotek, supermarket atau tempat lainnya. Dokter Anda akan memberitahukan: Obat mana yang dapat dikonsumsi bersama Xeloda® dan obat mana yang jika diminum bersamaan dengan Xeloda® memerlukan monitor yang ketat, seperti antara lain:
  1. Antikoagulan, obat anti pembekuan darah.
  2. Phenytoin, obat yang digunakan untuk terapi epilepsi atau kejang.
  3. Allopurinol, obat yang digunakan untuk terapi penyakit gout.
Dapatkan Saya pergi berlibur selama masih mengkonsumsi Xeloda®?
Karena Xeloda® dikemas dalam bentuk tablet, memungkinkan Anda bebas dan dapat melakukan perjalanan. Tapi lebih baik jika Anda menginformasikan hal tersebut ke dokter Anda. Sementara Anda bepergian, pastikan kalau Anda dapat menguhubungi dokter Anda atau tim medis lainnya jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Seberapa sering saya harus mengunjungi rumah sakit?
Karena Xeloda® dikemas dalam bentuk tablet, maka Anda tidak perlu mengunjungi rumah sakit atau klinik sebanyak yang diperlukan seperti pada pengobatan suntikan/infus. Dokter Anda tetap akan mengontrol selama mengkonsumsi Xeloda®, dan karenanya dokter Anda akan memberitahukan berapa kali Anda harus datang ke rumah sakit.

Bolehkah saya mengkonsumsi Xeloda® saat hamil?
Sebelum memulai pengobatan, Anda harus memberitahukan tim dokter Anda jika Anda sedang hamil atau berkeinginan untuk hamil. Sebaiknya Anda tidak meminum Xeloda® jika menurut perkiraan Anda sedang hamil.

Bolehkah saya mengkonsumsi Xeloda® selama saya menyusui anak?
Anda sebaiknya tidak menyusui selama Anda mengkonsumsi Xeloda®.

Bagaimana cara menyimpan Xeloda®?
Xeloda® harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, tidak boleh pada suhu di atas 300 C. Xeloda® harus disimpan dalam kemasan (botol/blister) yang telah ditentukan. Jangan mengeluarkan tablet dari botol atau blister sampai waktu Anda mau meminumnya. Seperti obat-obatan lainnya, hindarkan Xeloda® dari jangkauan anak-anak. Jangan berbagi Xeloda® dengan orang lain sekalipun mereka memiliki penyakit yang sama dengan Anda. Jika secara tidak sengaja menurut perkiraan Anda telah meminum tablet yang lebih dari dosis yang dianjurkan, hubungi dokter Anda segera.

Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa minum Xeloda®?
Jangan minum dosis yang telah lewat dan lupa minum atau jangan melipat gandakan dosis pada waktu minum berikutnya. Minumlah dosis seperti biasanya. Contoh, jika pada siang hari Anda baru menyadari bahwa Anda lupa meminum obat pagi hari, tunggulah sampai sore hari dan minumlah dosis sore hari seperti biasa, tidak perlu minum dua dosis. Jika Anda tidak yakin dengan apa yang Anda lakukan, tanyakanlah pada dokter Anda. Katakan pada dokter Anda pada pertemuan berikutnya bahwa Anda tidak minum Xeloda® seperti yang dianjurkan.

Kapan saya harus menghentikan pemakaian Xeloda®?
Penting bagi Anda untuk menghentikan pemakaian Xeloda® dan menghubungi tim dokter Anda segera untuk memperoleh nasehat jika Anda mengalami:
  1. Diare: Anda mengalami diare lebih dari empat kali diwaktu malam.
  2. Mual: Jika nafsu makan Anda berkurang karena rasa mual tersebut.
  3. Muntah: Lebih dari sekali dalam 24 jam.
  4. Hand-Foot Syndrome: Jika Anda merasakan rasa sakit di telapak tangan dan kaki atau merah dengan pembengkakan yang menghambat aktivitas Anda.
  5. Sariawan: Jika terasa sakit dan muncul ulkus di mulut.
  6. Kelelahan: Jika mengganggu aktivitas sehari-hari.
  7. Demam atau Infeksi: Jika suhu tubuh 38,10C (100,50F).
  8. Dehidrasi: Buang air kecil kurang, pusing, lemas atau merasa gelisah.
Apakah Xeloda® tetap efektif walaupun dosisnya dihentikan sementara jika terjadi efek samping?
Efektivitas pengobatan Anda tidak akan berkurang walaupun dosis Xeloda® dihentikan sementara atau jika perlu dikurangi. Penelitian telah menunjukan Xeloda® tetap memberikan efek yang sama walau dosisnya dikurangi untuk mengatasi efek samping. Ingatlah bahwa setiap orang berbeda dan dokter Anda akan menentukan dosis yang paling tepat untuk Anda.

Akankah saya mengalami kebotakan selama mengkonsumsi Xeloda®?
Anda tidak akan mengalami kebotakan selama mengkonsumsi Xeloda® walaupun dilaporkan adanya sejumlah kecil pasien yang mengalami kerontokan rambut. Dari sejumlah pasien yang mengalami kerontokan rambut selama mengkonsumsi Xeloda® dilaporkan rambutnya dapat tumbuh lagi.

Berapa lama saya diterapi dengan Xeloda®?
Periode pengobatan dengan Xeloda® akan bervariasi, tergantung dari penyakit Anda dan respon Anda terhadap pengobatan. Dokter Anda akan memeberitahukan berapa lama Anda akan mengkonsumsi Xeloda®. Tepatilah semua janji pertemuan dengan dokter untuk menjamin kemajuan Anda termonitor.


CATATAN
PT. Roche Indonesia menyatakan keberatan dengan penulisan judul "Xeloda Tak Mempan Untuk Kanker Payudara" yang tidak tepat dan dapat menimbulkan kesalahan persepsi pembaca terutama pasien dan praktisi medis yang menangani pengobatan kanker payudara.

Xeloda® adalah kemoterapi oral inovatif pertama di dunia yang telah mendapatkan lisensi di lebih dari 100 negara dan terbukti efektif, aman, mudah dikonsumsi dan telah dipakai mengobati lebih dari 1,800,000 pasien di dunia. Keunikan cara kerja Xeloda® mampu memberikan terapi yang bekerja lebih kuat dengan efek samping lebih ringan dibanding kemoterapi infus. Bentuk tabletnya mengurangi ketidaknyamanan dan beban yang ditimbulkan oleh kemoterapi infus. Xeloda® tidak menyebabkan efek samping rambut rontok dan hanya sedikit menimbulkan efek neutropenia sehingga memperkecil risiko terkena infeksi. Xeloda® memperpanjang angka harapan hidup jika ditambahkan pada pasien yang mendapat terapi docetaxel, dan meningkatkan kontrol terhadap tumor pada pasien dengan kanker payudara yang sudah menyebar.

Xeloda® pada pengobatan kanker payudara dipakai sebagai kombinasi dengan docetaxel pada wanita dengan kanker payudara metastatik yang penyakitnya terus berkembang setelah diberikan kemoterapi infus dengan antracycline. Xeloda® sebagai monoterapi diindikasikan untuk pasien dengan kanker payudara metastatik yang sudah resisten terhadap kemoterapi lain seperti paclitaxel dan anthracycline.

Studi yang diangkat dalam artikel tersebut membandingkan keamanan dan manfaat kemoterapi setelah operasi (adjuvan) kombinasi menggunakan doxorubicin dan cyclophosphamide (AC) atau cyclophosphamide dan methotrexate ditambah 5*fluorouracil(CMF) dibandingkan dengan monoterapi adjuvan Xeloda® pada wanita berusia > 65 tahun yang menderita kanker payudara stadium dini. Studi tersebut menyimpulkan bahwa pasien usia lanjut dengan kanker payudara stadium dini bisa diterapi dengan kemoterapi adjuvan kombinasi (AC atau CMF) atau monoterapi (Xeloda®), dan bahwa kemoterapi kombinasi standar lebih efektif dibandingkan monoterapi Xeloda® sebagai terapi adjuvan pada kelompok pasien tersebut. Hingga kini, belum ada kemoterapi adjuvan tunggal yang lebih baik dibandingkan kemoterapi kombinasi pada pasien kanker payudara stadium dini sehingga hasil kemoterapi adjuvan kombinasi standar lebih baik dari monoterapi Xeloda® bukan tidak diperkirakan. Ada beberapa studi yang menilai Xeloda® pada kanker payudara stadium dini. Data interim terbaru dari studi acak FinXX (Joensuu dkk, SABCS 2008) menunjukkan peningkatan efektivitas yang signifikan saat Xeloda® ditambahkan ke regimen yang mengandung anthracycline dan taxane pada pasien kanker payudara stadium dini dengan resiko sedang-tinggi, menurunkan resiko rekurens atau kematian sebesar 34%. Tentunya penting untuk mempertimbangkan semua data yang ada saat mencoba menentukan peran optimal Xeloda® di kanker payudara stadium dini.



Referensi:
1 Maroun JA. Expert Rev Anticancer Ther 2001; 1(3): 327 - 333
2 Cunningham D, James RD. Eur J Cancer 2001; 37: 826 - 834
3 Hoff PM, Ansari R, Batist G. et al. J Clin Oncol 2001; 19:2282 - 2292
4 Van Cutsem E, Twelves C, Cassidy J et al. J Clin Oncol 2001; 19: 4097 - 4106
5 Twelves C. Eur J Cancer 2002:38:S15-S20
6 Liu G, Franssen E, Fitch MI et al. J Clin Oncol 1997: 15: 110 - 115
7 Borner M, Schoffski P, de Wit R et al. Proc Am Soc Clin Oncol 2000; 19: 191a (Abstract 741)





Bagaimana Proses Terjadinya Kanker?

Proses perubahan dari sel normal menjadi kanker, atau proses terjadinya kanker disebut karsinogenesis. Untuk dapat memahami proses ini, perlu diketahui terlebih dahulu sifat sel normal dan juga beberapa istilah yang berhubungan dengannya.

Sel Normal
Tubuh manusia terdiri dari organ dan jaringan. Contoh organ adalah jantung, paru, otak, liver, mata dan lainnya. Contoh jaringan adalah otot, jaringan saraf dan pembuluh darah, jaringan ikat dan lainnya.

Organ dan jaringan terbentuk dari kumpulan sel.
Dengan kata lain bagian terkecil tubuh manusia adalah sel. Sel tubuh manusia adalah multiseluler, berasal dari satu sel telur yang telah difertilisasi oleh satu sel sperma, menjadi sel yang multipotent, menjadi bermacam-macam sistem organ. Sel itu mengadakan generasi dan regenerasi yaitu tumbuh dan berkembang biak, berdifferensiasi membentuk sistem organ dan jaringan sampai terbentuk sel organ dewasa.

Setelah dewasa, sel akan mengalami degenerasi dan berakhir dengan kematian. Di dalam tubuh, selamanya ada sel-sel baru yang timbul dan tumbuh untuk menggantikan dan memperbaiki sel-sel yang mati. Proses penggantian dan pertumbuhan sel ini diatur oleh gen yang terdapat di dalam inti sel.


Sel terdiri dari selaput sel (membran sel), sitoplasma, dan inti sel.
Sitoplasma terdiri dari masa seperti lendir yang terdiri dari air, protein, lipid, glikogen, elektrolit dsb. Didalam sitoplasma terdapat bermacam-macam organel besar dan kecil, seperti mitochondria, retikulum, ribosom, lisosom dsb dengan fungsinya masing-masing. Sebagian besar Ribosom terdiri dari molekul RNA.

Pada intinya dalam sitoplasma inilah terdapat pabrik enzim, protein, hormon, dll yang hasil produksinya sangat diperlukan untuk kehidupan.

Inti sel terdiri dari selaput inti, inti sel (nucleus) dan anak inti (nucleolus).
Di dalam inti sel terdapat kromosom yang spesifik untuk individu bersangkutan. Kromosom terdiri dari DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), sedikit RNA (Ribo Nucleic Acid), dan protein inti Gen, merupakan unit fungsional terkecil dari makhluk hidup.

Gen terbentuk dari tiga pasangan base nukleotida (triplet) berupa kode genetik.
Gen terdapat dalam kromosom atau DNA yang mengandung kode genetik yang spesifik untuk suatu makhluk hidup.

Terdapat bermacam-macam gen yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri.Protoonkogen adalah gen yang mengkode dan mengatur pembentukan protein untuk pertumbuhan. Sedangkan gen yang menghambat pertumbuhan disebut gen supresor. Selain itu ada juga gen yang bertugas memperbaiki DNA yang rusak atau gen DNA repair.

Pertumbuhan sel normal
Dalam keadaan normal pada orang dewasa ,sebagian besar sel tubuh (± 90%) yang jumlahnya sekitar 50-100 triliun berada dalam fase istirahat atau fase G0 dan hanya 10% saja yang tumbuh untuk menggantikan sel yang mati atau rusak.

Untuk tumbuh, sel melakukan pembelahan diri (mitosis).
Proses pembentukan sel baru dengan jalan mitosis ,merupakan proses yang sangat kompleks dan melalui beberapa tahapan dan beberapa jalan. Pertumbuhan sel normal diatur oleh protein terlarut yang disebut faktor pertumbuhan. Secara garis besar proses itu adalah sebagai berikut:
  • Faktor pertumbuhan menyampaikan sinyal kepada reseptor pertumbuhan.
  • Reseptor pertumbuhan yang berada pada selaput sel menerima rangsang dari faktor pertumbuhan yang berasal dari luar sel. Hal ini menimbulkan rangsangan dan diteruskan ke dalam sitoplasma.
  • Di dalam sitoplasma, signal rangsangan ini diterima dan mengaktifkan proses enzimatik yang sangat rumit dan merupakan signal transduksi yang akan diteruskan ke inti sel.
  • Di dalam inti sel, signal rangsangan dari sitoplasma diterima, kemudian inti sel mengadakan transkripsi gen dalam DNA.
  • Di dalam gen, setelah menerima signal tersebut, akan terjadi duplikasi DNA yang pada akhirnya menimbulkan mitosis dan proliferasi sel.
  • Pengaturan pertumbuhan dilakukan dengan mengatur produksi hormon, faktor pertumbuhan ,enzim dll. Semua itu diproduksi oleh protoonkogen dan atau gen supresor (anti onkogen).
  • Cara kerja gen itu dengan sistim on/off (hidup/mati), sistim feed back (umpan balik), sistim waktu (kapan mulai/berhenti), dsb yang belum seluruhnya diketahui.
Pertumbuhan sel kanker
Perubahan kode genetik sel normal merupakan dasar dari perkembangan penyakit kanker. Perubahan kode genetik ini dapat mengenai gen-gen tertentu seperti gen pengatur pertumbuhan, gen penghambat pertumbuhan, gen untuk perbaikan DNA. Akibat perubahan ini semua, ekspresi gen menjadi berlebihan dan mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sebagai sifat dasar sel kanker. Perubahan gen berupa mutasi gen dan lainnya, disebabkan oleh karsinogen penyebab kanker, yaitu karsinogen fisik, karsinogen kimia, karsinogen virus, karsinogen biologis dan faktor keturunan/genetik.

Memang hingga saat ini belum ada penyebab tunggal untuk terjadinya kanker, namun merupakan penyebab yang mulifaktor. Sel kanker itu timbul dari sel normal tubuh kita sendiri yang mengalami transformasi menjadi ganas, karena adanya mutasi spontan atau induksi karsinogen.

Bila suatu sel normal, gennya telah mengalami kerusakan karena suatu karsinogen, kemudian tidak dapat diperbaiki oleh gen perbaikan dan menjadi cacat gen yang permanen, maka disinilah dimulai timbulnya penyakit kanker.

Gen yang telah mengalami kerusakan atau cacat atau sudah terjadi mutasi ini ikut dalam siklus pembelahan sel, yang nanti hasil akhirnya berbeda dengan yang seharusnya terjadi, dengan pembelahan sel yang tidak terkontrol dan pertumbuhan sel yang cepat membesar.

Pada fase pertumbuhan lokal, sel-sel kanker masih terbatas letaknya pada organ atau bagian organ tempat kanker itu pertama kali tumbuh.

Pada fase penyebaran atau metastasis, sel-sel kanker sudah menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari tumor itu pertama kali tumbuh, yaitu menyebar ke kelenjar getah bening regional dan atau menyebar ke organ-organ jauh melalui pembuluh darah ke paru, liver, tulang, otak,ginjal,kulit dsb.

Pertumbuhan sel kanker tumbuh bineair, secara eksponensial dari satu sel menjadi 2,4,8 sel dan seterusnya menjadi 2n sel sampai terbentuk gerombolan sel berupa benjolan atau tumor. Setelah mencapai besar tertentu pertumbuhan sel kanker berubah menjadi secara Gompertz, yaitu pertumbuhannya makin lambat, karena makin besarnya ukuran tumor, karena keterbatasan pasokan darah dan ruang tempat tumbuh dan daya imunitas tubuh.

Penyebaran jauh atau metastasis umumnya multipel pada satu atau beberapa organ, dan biasanya berbentuk benjolan atau nodul dan menimbulkan kerusakan atau destruksi jaringan dan organ bersangkutan. Selain itu metastasis juga menyebabkan gangguan fungsi organ yang bersangkutan. Penyebaran ke organ vital seperti otak, paru, liver umumnya akan mempercepat penderita meninggal dunia.

Penyakit kanker bukanlah penyakiit menular seperti penyakit TBC misalnya. Jadi bila ada penderita kanker, dan sdr ada dekat dengannya atau sering merawatnya sekalipun , sdr tidak akan tertular kanker tersebut.

[Dr. Yusuf Heriyadi SpBOnk]

WASPADA! Tujuh Tanda Bahaya Kanker

Secara umum kanker ada dua macam, yaitu kanker yang berbentuk benjolan yang padat atau solid dan tipe yang tidak membentuk benjolan. Kanker tipe solid misalnya pada kanker payudara, kanker usus, kanker rahim dan lainnya. Yang bukan tipe solid misalnya pada kanker darah atau leukemia.

Kanker dapat menyerang siapa saja, baik lelaki maupun perempuan; bayi baru lahir sampai pada usia senja; golongan ekonomi lemah maupun kaya; tidak memandang ras maupun suku bangsa. Semua bisa kena.
Pada tubuh, kanker dapat menyerang semua organ tubuh, mulai dari kulit hingga ujung kaki; mulai dari kulit hingga tulang. Prinsipnya semua organ tubuh manusia bisa terserang kanker, seperti kanker otak, kanker mata, kanker hidung, kanker mulut, kanker leher, kanker paru, kanker usus, kanker rahim, kanker tulang, kanker kulit, kanker ginjal, kanker kelenjar getah bening dan lainnya. Sedangkan Masing-masing kanker mempunyai sifat yang khusus, sehingga gejala maupun pengobatannya juga ada kekhususan masing-masing.
Setiap jenis kanker mempunya gejala atau tanda bahaya yang biasa kita kenal dengan singkatan kata "WASPADA"

Apa yang dimaksud dengan WASPADA?
WASPADA adalah singkatan kata dari tujuh tanda bahaya kanker pada umumnya, yang berupa singkatan dari huruf depan ke tujuh gejala tersebut dan digabung menjadi kata WASPADA.

Diberi singkatan menjadi kata WASPADA, supaya memudahkan mengingatnya.

WASPADA terdiri dari:

W : Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
A : Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
S : Suara serak dan batuk yang tidak sembuh-sembuh
P : Payudara. atau tempat lain ada benjolan atau tumor.
A : Andeng-andeng yang berubah sifatnya, menjadi makin besar dan gatal.
D : Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
A : Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh.
  • Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan
Organ tubuh yang paling berhubungan dengan buang air besar adalah saluran pencernaan khususnya usus halus, usus besar dan dubur.

Seperti kita ketahui, usus adalah organ yang berongga seperti pipa yang mempunyai dinding usus dengan lubang didalamnya untuk lewatnya makanan. Tumor atau kanker usus umumnya berasal dari dinding usus bagian dalam, dimana waktu tumor masih berguguran kecil, tidak akan memberikan gejala. Makin lama tumor tersebut makin tumbuh ke arah dalam dan menyebabkan sumbatan lubang usus, sehingga menyebabkan penderita tidak dapat buang air besar, perut kembung, bahkan muntah.

Bila letaknya didekat dubur atau bagian usus yang disebut Rectum, maka tumor akan tumbuh dan menutup lubang rectum, sehingga diameter lubangnya menyempit, akibatnya tinja yang dikeluarkan ukurannya menjadi kecil-kecil seperti kotoran kambing, atau bisa juga berak keluarnya hanya darah bercampur lendir seperti gejala dysentri. Bisa juga buang air besar keluar darah seperti wasir.

Buang air kecil normal berwarna bening atau kekuningan. Bila air seni berwarna kemerahan atau merah seperti darah, harus diwaspadai adanya kanker pada ginjal, kanker kandung kencing atau kanker prostat.
  • Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
Kanker didaerah leher dan kerongkongan dapat nenyebabkan gangguan menelan, karena kanker menyebabkan penyempitan lubang kerongkongan seperti pada kanker kelenjar gondok. Bisa juga kanker memang tumbuh pada dinding kerongkongan sehingga lubangnya nenyempit. Akibatnya makanan susah lewat, susah menelan dan terasa sakit saat menelan.

Alat pencernaan terganggu seperti mual, muntah, nafsu makan berkurang yang lebih dari dua minggu disertai penurunan perat badan, haruslah dicurigai kemungkinan adanya kanker di lambung, asas halus maupun liver.
  • Suara serak dan bentuk yang tidak sembuh-sembuh
Hal ini merupakan salah satu tanda bahaya tentang kemungkinan adanya kanker pada saluran nafas atau kanker paru-paru, khususnya bagi Para perokok yang tergolong perokok aktif dan perokok berat diatas usia 40 tahun. Bisa juga kanker pada trachea (tenggorokan atau kanker thyroid (kelenjar gondok) yang menyerang saraf suara sehingga menyebabkan suara serak.
  • Payudara atau tempat lain ada benjolan atau tumor
Benjolan atau tumor adalah bagian terbesar dari gejala kanker umumnya. Pada organ yang terletak di permukaan seperti kulit, payudara, thyroid, jaringan lunak seperti otot tungkai, rongga mulut dan lainnya, bila didapatkan benjolan yang relatif cepat membesar, harus diwaspadai adanya kanker.
  • Andeng-andeng yang berubah sifatnya menjadi makin besar dan gatal
Andeng-andeng atau tahi lalat bila tidak membesar tidak apa-apa. Tetapi bila ada pembesaran yang relatif cepat, disertai rasa gatal, mudah berdarah, warna berubah, tepinya menjadi tidak teratur, sekitarnya berwarna kemerahan, terasa sakit bila di tekan, maka haruslah curiga adanya kanker.
  • Darah dan lendir yang abnormal keluar dari tubuh
Bila ada darah di luar haid pada wanita seperti:
  • Menyimpang dari waktu haid
  • Setelah memasuki masa mati haid (menopause)
  • Setelah persetubuhan
  • Darah yang keluar dari puting susu
Merupakan tanda bahaya dan harus diperiksakan apakah kanker atau bukan.
  • Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh
Terutama pada kanker kulit, harus dicurigai bila ditemukan sebagai berikut:
  • Luka lama atau borok yang sukar sembuh, gampang berdarah, dan permu­kaannya menonjol atau dasarnya berbenjol-benjol
  • Luka.-luka lama; yang terdapat di bibir, selaput lendir mulut dan alat kelamin laki maupun perempuan.
  • Benjolan atau pertumbuhan pada permukaan kulit atau pertumbuhan kulit terutama pada orang-orang tua.
  • Adanya borok atau luka yang tidak sembuh-sembuh pada daerah tubuh yang sering terkena trauma/gesekan atau banyak terkena sinar matahari.
Tidak semua kanker mempunyai gejala seperti pada "WASPADA", ada juga yang gejalanya lain, seperti pada kanker otak dimana gejalanya berupa tekanan tinggi di dalam otak berupa muntah dan sakit kepala. Kanker darah seperti leukimia memberikan gejala lemah badan, mudah berdarah, mudah infeksi (demam), perdarahan gusi.

Banyak cara untuk deteksi dini kanker. Pada kanker leher rahim pap smear, kanker payudara dengan mammografi, kanker usus dengan colonoscopy atau pemeriksaan tinja.

Bila ada tanda-tanda yang sudah saya sebutkan itu, segeralah ke dokter, supaya cepat didiagnosis dan diketahui penyakitnya, sehingga pengobatannya dapat lebih baik.

Dari Dr. Yusuf Heriyadi SpB(K)Onk

Tentang Kemoterapi

Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau Tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan Kanker. Tumor Ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi Tumor yang baru. Penyebaran ini disebut Metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat.

Terdapat kurang lebih 130 jenis penyakit Kanker, yang mempengaruhi kondisi tubuh kita dengan berbagai macam cara dan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Tetapi semua jenis Kanker itu memiliki kesamaan: terdiri atas sel-sel yang membelah dengan cepat dan tumbuh tak terkontrol. Fungsi utama obat-obat Kemoterapi (Ing. Chemotherapy) adalah mengenali dan menghancurkan sel-sel seperti ini.

Kemoterapi telah digunakan sejak tahun 1950-an. Biasa diberikan sebelum atau sesudah pembedahan. Tujuannya adalah membasmi seluruh sel-sel Kanker sampai ke akar-akarnya, sampai ke lokasi yang tidak terjangkau pisau bedah. Paling tidak untuk mengontrol sel-sel Kanker agar tidak menyebar lebih luas. Pengobatan Kanker tergantung pada jenis atau tipe Kanker yang diderita dan dari mana asal Kanker tersebut. Umur, kondisi kesehatan umum pasien serta system pengobatan juga mempengaruhi proses pengobatan kanker. Pada kasus Kanker Pengobatan utama adalah melalui:

1. Pembedahan atau Operasi
2. Kemoterapi atau dengan cara pemberian Obat-obatan
3. Radioterapi atau Penggunaan Sinar Radiasi

Pada kenyataannya Secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan di atas, misalnya Pembedahan yang diikuti oleh Kemoterapi atau Radioterapi, bahkan kadang pengobatan digunakan dengan 3 kombinasi (Pembedahan, Kemotarapi dan Radioterapi). Pada dasarnya Tujuan utama dari Pembedahan adalah mengangkat Kanker secara keseluruhan karena Kanker hanya dapat sembuh apabila belum menjalar ketempat lain. Sedangkan Kemoterapi dan Riadiasi tidak bukan dan tidak lain bertujuan untuk membunuh sel-sel Kanker atau menghentikan pertumbuhan sel-sel Kanker yang masih tertinggal.

Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel-sel Kanker. Banyak obat yang digunakan dalam Kemoterapi.

Manfaat Kemoterapi antara lain adalah sebagai berikut:

1. PENGOBATAN
Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis Kemoterapi atau beberapa jenis Kemoterapi.

2. KONTROL
Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan Kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain.

3. MENGURANGI GEJALA
Bila kemotarapi tidak dapat menghilangkan Kanker, maka Kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada penderita, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran Kanker pada daerah yang diserang.

Kemoterapi dapat diberikan dengan cara Infus, Suntikan langsung (pada otot, bawah kulit, rongga tubuh) dan cara Diminum (tablet/kapsul).
  • Dalam bentuk tablet atau kapsul yang harus diminum beberapa kali sehari. keuntungankemoterapi oral semacam ini adalah: dapat dilakukan di rumah.
  • Dalam bentuk suntikan atau injeksi. Bisa dilakukan di ruang praktek dokter, rumah sakit, klinik, bahkan di rumah.
  • Dalam bentuk infus. Dilakukan di rumah sakit, klinik, atau di rumah (oleh paramedis yang terlatih).
Tergantung jenisnya, Kemoterapi ada yang diberikan setiap hari, seminggu sekali, tiga minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Berapa seri penderita harus menjalani Kemoterapi, juga tergantung pada jenis kanker penderita. Yang paling ditakuti dari kemoterapi adalah efek sampingnya. Ada orang yang sama sekali tidak merasakan adanya efek samping Kemoterapi. Ada yang mengalami efek samping ringan. Tetapi ada juga yang sangat menderita karenanya. Ada-tidak atau berat-ringannya efek samping kemoterapi tergantung pada banyak hal, antara lain jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh Anda, kondisi psikis Anda, dan sebagainya. Efek samping Kemoterapi timbul karena obat-obat kemoterapi sangat kuat, dan tidak hanya membunuh sel-sel kanker, tetapi juga menyerang sel-sel sehat, terutama sel-sel yang membelah dengan cepat. Karena itu efek samping kemoterapi muncul pada bagian-bagian tubuh yang sel-selnya membelah dengan cepat. Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah antara lain:

1. Lemas
Efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung terus hingga akhir pengobatan.

2. Mual dan Muntah
Ada beberapa obat Kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum,selama, atau sesudah pengobatan Kemoterapi. Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.

3. Gangguan Pencernaan
Beberapa jenis obat Kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan.

4. Sariawan
Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi.

5. Rambut Rontok
Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai.

6. Otot dan Saraf
Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan atau kaki serta kelemahan pada otot kaki. Sebagian bisa terjadi sakit pada otot.

7. Efek Pada Darah
Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan:

a Mudah terkena infeksi
Hal ini disebabkan oleh Karena jumlah leokosit turun, karena leokosit adalah sel darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat yang bisa meningkatkan jumlah leokosit.

b. Perdarahan

Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah. Penurunan jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah di kulit.

c. Anemia

Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan Hb (hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat.

8. Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna
Lebih sensitive terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

9. Produksi Hormon
Menurunkan nafsu seks dan kesuburan

Setiap obat memiliki efek samping yang berbeda! Reaksi tiap orang pada tiap siklus juga berbeda!
Tetapi Anda tidak perlu takut. Bersamaan dengan kemoterapi, biasanya dokter memberikan juga obat-obat untuk menekan efek sampingnya seminimal mungkin. Lagi pula semua efek samping itu bersifat sementara. Begitu kemoterapi dihentikan, kondisi Anda akan pulih seperti semula.

Beberapa produk suplemen makanan mengklaim bisa mengurangi efek samping kemoterapi sekaligus membangun kembali kondisi tubuh Anda. Anda bisa menggunakannya, tetapi konsultasikanlah dengan ahlinya, dan sudah tentu dengan dokter Anda juga.

Saat ini, dengan semakin maraknya penggunaan obat-obatan herbal (yang semakin diterima kalangan kedokteran), banyak klinik yang mengaku bisa memberikan kemoterapi herbal yang bebas efek samping. Kalau Anda bermaksud menggunakannya, pastikan yang menangani Anda di klinik tersebut adalah seorang dokter medis. Paling tidak Anda harus berkonsultasi dengan dokter yang merawat Anda, dan lakukan pemeriksaan laboratorium secara teratur untuk memantau hasilnya.



Dari Unordinary World - Sumber: DR. dr. Noorwati S,SpPD.KHOM (Dharmais Cancer Hospital Website) dan Rumah KankerBaca juga: Dapatkah Kemoterapi Menyembuhkan Semua Kanker?


Apa itu Health Informatics?

Informatika kedokteran atau Health Informatics adalah disiplin yang berkaitan erat dengan pemanfaatan komputer dan teknologi komunikasi di bidang kedokteran. Edward H. Shortliffe mendefinisikan informatika kedokteran sebagai berikut:
"Disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan”. Pakar informatika kedokteran lainnya, Haux mengatakan dengan istilah "systematic processing of information in medicine".

Informatika kedokteran berhubungan dengan semua ilmu dasar dan terapan dalam kedokteran dan terkait sangat erat dengan teknologi informasi modern, yaitu komputer dan komunikasi. Posisinya di kedokteran berada di persilangan antara berbagai disiplin ilmu dasar dan terapan di kedokteran serta disiplin di luar kedokteran, seperti ilmu informasi, komputer, statistika, dan psikologi. Secara terapan, aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medis elektronik, sistem pendukung keputusan medis, sistem penarikan informasi kedokteran, hingga pemanfaatan internet dan intranet untuk sektor kesehatan, termasuk pengembangan sistem informasi klinis. Informatika kedokteran sebagai disiplin baru berkembang terutama karena kesadaran bahwa pengetahuan kedokteran tidak akan mampu terkelola (unmanageable) oleh metode berbasis kertas (paper-based methods).

Menurut Shortliffe, subdomain dalam informatika kedokteran (atau kesehatan) adalah sebagai berikut:
  • Bioinformatika bekerja pada proses molekuler dan seluler. Riset dan aplikasi bioinformatika memfasilitasi upaya-upaya rekayasa genetik, penemuan vaksin, hingga ke riset besar tentang human genome project.
  • Medical imaging (informatika pencitraan) mengkaji aspek pengolahan data dan informasi digital pada level jaringan dan organ. Kemajuan pada sistem informasi radiologis, PACS (picture archiving communication systems), sistem pendeteksi biosignal adalah beberapa contoh terapannya.
  • Informatika klinis, yang menerapkan pada level individu (pasien), mengkaji mengenai berbagai inovasi teknologi informasi untuk mendukung pelayanan pasien, komunikasi dokter pasien, serta mempermudah dokter dalam mengumpulkan hingga mengolah data individu.
  • Informatika kesehatan masyarakat yang berfokus kepada populasi untuk mendukung pelayanan, pendidikan dan pembelajaran kesehatan masyarakat.
Para ahli informatika kedokteran memiliki organisasi yang menghimpun tokoh, peneliti, organisasi (baik akademik, pendidikan, penelitian maupun pelayanan) serta industri yang memiliki aktivitas dalam informatika kedokteran yaitu International Medical Informatics Association (IMIA). Organisasi ini memiliki beberapa workgroup maupun special interest group yang masing-masing memiliki bidang kajian informatika kedokteran yang berbeda-beda seperti aspek pendidikan, standar, informatika kedokteran untuk negara berkembang dan lain sebagainya. Organisasi ini juga memiliki organisasi berdasarkan region, misalnya untuk Asia Pasifik terdapat Asia Pacific Medical Informatics Association (APAMI). Setiap tiga tahun sekali, IMIA mengadakan pertemuan kongres yang dikenal dengan tajuk MEDINFO. Pada tahun 2007 MEDINFO akan dilaksanakan di Brisbane.

Informatika Kesehatan merupakan ilmu yang mengkaji penggunaan Teknologi Informatika dalam menyelesaikan masalah kesehatan. pendekatan Kesehatan merupakan pendekatan yang sangat berbeda dengan kedokteran. Kita kenal dalam kesehatan beberapa pendekatan, antara lain:
  • Promotif
  • preventif,
  • Kuratif dan
  • Rehabilitatif.
Kesehatan merupakan pendekatan preventif dan promotif. Oleh karenanya dalam kajian ilmu terjadi pemisahan dari kedokteran. Berkembang kemudian Kesehatan masyarakat. Pada Informatika Kesehatan terdapat hal yang prinsip yang sangat berbeda dengan Informatika Kedokteran. Pada Informatika Kesehatan beberapa penelusuran masalah akan berawal dari eviden base. Karena itu cakupan informatika kesehatan merupakan cakupan massal bukan individu. 

Indikator-indikator kesehatan tidak terbentuk secara individu tetapi merupakan komulatif dari massa/public. pada informatika kesehatan tidak dilakukan intervensi secara personal tetapi secara public. Pada informatika Kesehatan tidak berbasis kuratif dan rehabilitatif tetapi menekankan pendekatan promotif dan preventif. Teknologi pada Informatika Kesehatan digunakan untuk melakukan intervensi secara publik dengan cakupan yang luas. 

Tahun 1995 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melalui Departemen Biostatistik memulai mengkaji Informatika Kesehatan dengan membuka peminatan Informatika Kesehatan, hingga sekarang (2007) telah ada alumni yang berkiprah dalam berbagai bidang.


Lebih detil lihat juga What is Health Informatics? dan International Medical Informatics Association


Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kista?

Kista umumnya tidak ganas, tetapi ada juga yang bersifat kanker. Walaupun tidak ganas, adanya kista di ovarium biasanya mengganggu siklus menstruasi dan menimbulkan rasa nyeri di perut bagian bawah. Karena itu, jika terdapat kista sebaiknya segera minta penanganan dokter ahli.

Kista yang bersifat fisiologis lazim terjadi dan itu normal-normal saja. Sesuai siklus menstruasi, di ovarium timbul folikel dan folikelnya berkembang, dan gambarnya seperti kista. Biasanya kista tersebut berukuran di bawah 5 cm, dan dalam tiga bulan akan hilang. Jadi, kista yang bersifat fisiologis tidak perlu operasi, karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan keganasan.

Kista yang bersifat fisiologis ini dialami oleh orang di usia reproduksi karena dia masih mengalami menstruasi. Bila seseorang diperiksa ada kista, jangan takut dulu, karena mungkin kistanya bersifat fisiologis. Biasanya kista fisiologis tidak menimbulkan nyeri pada saat haid. Baca selengkapnya.


Perkenalkan, Ini Dia Sel Kanker!

Yang perlu anda ketahui:
  1. Setiap orang mempunyai sel kanker di dalam tubuhnya. Sel-sel kanker ini tidak terlihat dalam tes standard hingga mereka berkembang biak menjadi bermilyar milyar. Ketika dokter mengatakan kepada pasien bahwa tidak ada lagi sel kanker di tubuh mereka setelah perawatan, itu berarti bahwa tes yang dilakukan tidak mampu mendeteksi sel kanker karena sel kanker tersebut tidak sampai pada jumlah yang dapat diprediksi.
  2. Pertumbuhan sel kanker terjadi antara 6 sampai 10 kali di dalam hidup manusia.
  3. Ketika sistem kekebalan tubuh manusia kuat, sel-sel kanker akan rusak dan dicegah dari pembiakan dan pembentukan tumor.
  4. Ketika seseorang mengidap kanker, diindikasikan bahwa orang tersebut mempunyai beragam gangguan nutrisi. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, makanan dan gaya hidup.
  5. Untuk menanggulangi beragam gangguan nutrisi, mengubah diet termasuk mengkonsumsi suplemen akan menguatkan kekebalan imun.
  6. Kemoterapi melibatkan sel beracun yang tumbuh dengan cepat dan juga merusak sel sehat di sumsum tulang, organ bagian dalam, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ fital seperti hati, ginjal, jantung, paru-paru, dsb.
  7. Radiasi ketika menghancurkan sel kanker, juga membakar dan merusak sel-sel sehat, jaringan tubuh dan organ penting lainnya.
  8. Perawatan awal dengan kemoterapi dan radiasi akan sering mengurangi ukuran tumor. Akan tetapi penggunaan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak menghasilkan kehancuran tumor.
  9. Ketika tubuh telah banyak menampung racun yang terbakar akibat kemoterapi dan radiasi, sistem imun yang juga dibinasakannya akan lemah dari berbagai macam infeksi dan komplikasi.
  10. Kemoterapi dan radiasi bisa mengakibatkan sel kanker bermutasi dan menjadi bersifat menentang serta sulit dihancurkan. Sementara itu pembedahan sendiri dapat mengakibatkan sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain.
  11. Salahsatu cara efektif melawan kanker adalah membuat sel kanker lapar dengan cara tidak memberinya makanan yang dapat menyebabkannya berkembang biak.
  12. Protein hewani sulit untuk dicerna dan membutuhkan banyak enzim pencernaan. Daging yang tidak dicerna secara sempurna, sisanya di dalam isi perut menjadi antaran untuk membangun racun.
  13. Dinding kanker dialasi oleh protein yang tangguh. Mempertahankan diri dengan memakan sedikit daging dapat membebaskan enzim untuk melawan dinding protein sel kanker dan membiarkan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker.
  14. Beberapa suplemen dapat membantu membangun kekebalan imun (IP6, Flor-ssence, Essiac, anti oksidan, vitamin, mineral, EFA, dll) dan memungkinkan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker. Suplemen-suplemen lain seperti vitamin-E diketahui menyebabkan apoptosis, atau pemrograman kematian sel, metode tubuh normal dari penempatan sel yang rusak, tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan.
  15. Kanker adalah penyakit pikiran, tubuh dan jiwa. Semangat yang pro-aktif dan positif akan membuat selamat. Kemarahan, tidak memaafkan dan kepahitan menempatkan tubuh ke dalam keadaan penuh stress. Belajarlah untuk memiliki semangat mencintai dan memaafkan. Berusahalah untuk lebih santai dan menikmati hidup.
  16. Sel kanker tidak dapat tumbuh dengan subur dalam lingkungan beroksigen. Berolahraga setiap hari, dan bernapas dengan dalam membantu mendapatkan oksigen lebih banyak. Terapi oksigen adalah cara lain untuk menghancurkan sel kanker.
Sel Kanker Hidup Dengan:
  1. Gula. Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya! Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.
  2. Susu. Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikannya dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.
  3. Asam. Asam adalah lingkungan di mana sel kanker tumbuh dengan subur. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.
Bagimana Sebaiknya?
  1. Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. sisanya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup guna membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang-kacangan) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Tapi ingat, enzim akan rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.
  2. Hindari kopi, teh, dan coklat yang mengandung kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik adalah meminum air bersih atau air yang telah disaring (air mineral) untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng.
Baca juga: Inilah 11 Sayuran Pembunuh Kanker

Info Farmasi/Obat Kanker