Header Ads

LightBlog

Kanker Payudara, Haruskah Operasi?

Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia saat ini, menduduki urutan kedua setelah kanker mulut rahim (serviks). Mungkin sebagian orang belum banyak mengetahui penyebab kanker payudara itu.

Kanker payudara adalah sejenis tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker ini mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.


Sampai saat ini, penyebab kanker payudara belum dapat diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkan kanker payudara, diantaranya adalah; faktor keturunan, faktor menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil turut memicu risiko terjadinya kanker payudara.


Selain itu juga, pernah menderita penyakit payudara non-kanker, pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen, obesitas pasca menopause, pemakaian alkohol terutama lebih dari 1 hingga 2 gelas perhari, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Akibat bahan kimia, dimana beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. DES (dietilstilbestrol) yaitu wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara. Yang terakhir adalah karena penyinaran.


Setiap wanita harus mewaspadai bila tumbuh benjolan di sekitar payudara. Karena awal gejala kanker payudara adalah, munculnya benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara disekitarnya. Benjolan ini tidak menyebabkan sakit dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.


Untuk mengobati kanker payudara saat ini selain dengan jalan operasi, juga dapat diobati dengan menerapkan terapi medis. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rumah Sakit Modern Guangzhou yang mengobati penyakit kanker dengan menggunakan metode ‘Target Invasive Minimal’. Yaitu penggabungan pengobatan Timur dan Barat. Pengobatan ini mendatangkan teknologi dan perlengkapan kelas dunia dengan standar kombinasi Timur dan Barat. Penanganannya langsung menuju pusat tumor, efek samping kecil, rasa sakit ringan, dan hasilnya efektif, seperti yang diakui oleh beberapa pasien kanker yang telah berobat ke rumah sakit ini.


Metode penggabungan pengobatan ini, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien yang berobat. Konsep pengobatan ini mendapatkan sambutan yang hangat dari pasien dalam maupun luar negri. Sam yang merupakan salah satu pasien Rumah Sakit Modern Guangzhou, memilih metode pengobatan ini.

Pengobatan ini memberikan rangkaian penanganan medis dengan menanamkan Radioactive Particle disertai penyaluran obat antikanker menuju pusat tumor melalui arteri pemasok darah, Terapi Photodynamic, Terapi Sinar-X, dan Terapi Immunisasi Biologi Modern.

Selain itu juga, diterapkan terapi herbal dan pengaturan pola makan. Setelah menjalani berbagai rangkaian penanganan medis selama tiga minggu, tumor Sam mengecil dan tidak terlihat ada penyebaran. Dan kualitas hidupnya pun, meningkat. jakartacitydirectory.com (Ana R)


[Dari: Jakarta City Directory]


No comments