Header Ads

LightBlog

Dampak Operasi Payudara

"Siapa yang akan tertarik pada wanita yang cacat ini?" tanya seorang pasien mastektomi dengan sedih, sesaat setelah payudaranya diangkat karena suatu tumor ganas.

Ia tidak sendirian. Banyak literatur mengenai efek-efek setelah operasi payudara yang telah menunjukkan bahwa kurang lebih sepertiga wanita melewati suatu periode penyesuaian kembali yang sukar terhadap seks dan kejiwaan setelah operasi ini. Walaupun para ahli bedah telah mempelajari cara untuk melindungi payudara sebisa mungkin, dan kadang-kadang melakukan rekonstruksi payudara, pada saat atau setelah operasi kanker, beberapa wanita mengalami depresi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Beberapa wanita lain merasa terguncang karena mereka menyadari telah menjadi wanita yang tak lengkap, tidak lagi feminin, tidak lagi menggairahkan, dibandingkan sebelum operasi. Mereka mungkin merasa telah cacat atau rusak atau merasa sangat tidak bahagia karena tubuh mereka tidak sempurna dan tidak simetris lagi.

Proses penerimaan diri atas hilangnya sebuah payudara, seperti kesedihan karena kehilangan seseorang yang kita cintai: pertama, hilangnya kepercayaan diri, kemudian kemarahan, depresi, keputusasaan dan pada akhirnya (jika semuanya berjalan baik) adalah kepasrahan. Banyak wanita yang dicekam ketakutan dengan kemungkinan mengalami seperti itu -- wanita Amerika Serikat, dewasa ini mempunyai kemungkinan 1 banding 9 menderita kanker payudara (kanker yang paling umum pada wanita) di suatu saat dalam hidupnya. Namun, paling tidak menurut seorang ahli, semua ini tersebut terlalu dibesarkan.

"Faktanya adalah bahwa sebagian besar wanita dapat beradaptasi secara memuaskan terhadap stres yang ditimbulkan oleh operasi kanker dan atas kehilangan sebuah payudaranya," demikian kata Leslie R. Schover Ph, D., staf psikolog di Center fo Sexual Function, Cleveland Clinic Foundation di Ohio. "Kehilangan sebuah payudara tidak berarti bahwa Anda bukan lagi seorang wanita; menurut pendapat saya, ini adalah pendapat kuno dan terlalu dibesarkan."

Apa yang bisa dipetik dari berbagai penelitian yang diterbitkan akhir-akhir ini, demikian kata Dr. Schover, adalah kenyataan bahwa prediktor terbaik tentang kepuasan seksual setelah operasi adalah kesehatan psikologis dan hubungan bahagia dari kedua pasangan. Wanita yang menghadapi masalah-masalah dalam hubungannnya dengan pasangannya atau yang sebelumnya memiliki masalah-masalah seksual atau psikologis adalah mereka yang mempunyai kemungkinan untuk mengalami masalah-masalah setelah operasi.

BIANG MASALAHNYA: KEMOTERAPI
Sebenarnya, demikian kata Dr. Schover, biang masalah yang paling umum dari masalah-masalaah seksual setelah operasi payudara mungkin sama sekali bukan karena kehilangan payudara itu sendiri -- namun efek-efek samping yang disebabkan oleh terapi hormon atau kemoterapi (terapi dengan sinar laser) yang sering terjadi setelah operasi.

Kurang lebih 40% dari kasus kanker payudara sangat responsif terhadap hormon yang berarti bahwa tingkat pertumbuhan kanker diubah oleh hormon-hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron. Oleh karena itu beberapa pasien kanker payudara harus menjalani pengangkatan ovarium mereka atau mulai meminum obat-obatan untuk memperbaiki keadaan hormon mereka setelah operasi untuk mencegah tersebarnya kanker. Namun pada diri wanita yang belum mencapai menopause, terapi hormon dapat menyebabkan menopause prematur dan mendadak. Menopause yang tidak alami ini dapat menimbulkan efek-efek samping seksual yang tidak menyenangkan -- seperti sakit pada saat berhubungan seksual atau hilangnya pelumas vagina dan belum lagi panas di wajah. Ketika ovarium-ovarium diangkat, gairah seksual mungkin juga mulai memudar karena hilangnya hormon laki-laki seperti testosteron yang dihasilkan oleh ovarium dan berfungsi membakar libido.

Wanita yang berumur, yang telah melewati menopause, namun belum pernah mendapat kanker, dapat mengatasi banyak rintangan-rintangan terhadap kepuasan seksual ini melalui terapi penggantian hormon yang antara lain memperbaiki kelembutan dan kelembaban jaringan vagina.

Namun karena hormon-hormon wanita dapat menstimulasi kanker yang mungkin masih mendekam di suatu tempat di tubuh, penderita kanker payudara tidak bisa mendapatkan terapi penggantian hormon seperti yang diharapkan. Sehingga mereka sering mengalami panas di wajah dan persetubuhan yang kering dan menyakitkan. Namun, terdapat beberapa obat yang tidak mengandung hormon untuk menghilangkan rasa panas di wajah serta menghasilkan pelumas vagina yang dapat memperbaiki kekeringan.

Kemoterapi (penyinaran) juga dapat menimbulkan kerusakan. "Jika seorang wanita menjalani penyinaran, dia akan mengalami kerontokan rambut dan merasa mual yang berakibat buruk terhadap penampilan dan rasa percaya dirinya. Jika dibandingkan, masalah kehilangan sebuah payudara mungkin tidak seberapa," demikian kata Dr. Schover. Penyinaran tersebut juga menyebabkan rusaknya ovarium yang mengkibatkan menopause prematur dan masalah-masalah seksual yang hampir sama.

(Tentu saja sebaiknya kita tetap berpegang pada hal yang penting. Perawatan-perawatan tersebut mungkin memang tidak menyenangkan, namun telah menyelamatkan begitu banyak wanita. Dan bagi sebagian besar orang, lebih baik hidup dari pada mati, tidak masalah apakah kita cukup beruntung untuk dikaruniai seks yang indah dan tak bermasalah).

MEMBENTUK KEMBALI PAYUDARA
Pada tahun-tahun terakhir ini, telah dilakukan langkah-langkah yang luar biasa untuk mengembangkan cara-cara merekonstruksi payudara setelah operasi. Payudara yang pernah dianggap sebagai kebanggaan wanita yang menonjol, sekarang seringkali mendapat santunan (sebagian atau seluruhnya) oleh asuransi medis. Kadang-kadang payudara tersebut dibentuk kembali dengan memindahkan sebagian kulit perut atau punggung. (Hingga sekarang implantasi silikon kadang-kadang digunakan untuk membentuk kemontokan payudara yang hilang pada saat operasi, namun Food and Drug Administration melarang implantasi-implantasi seperti ini dan menunggu sampai penelitian selanjutnya). Meskipun puting susu dan aerola (lingkaran coklat yang mengelilingi puting) dapat direkonstruksi dari kulit yang diambil dari bagian tubuh yang lain dan digunakan tato untuk melengkapi penyesuaian warna.

Di samping semua hasil-hasil yang mengesankan, operasi plastik tidak sempurna. Tidak masalah bagaimana bentuk aslinya, implantasi silikon cenderung menyerupai bentuk sebuah bola tangan yang akan mengeras setelah jaringan luka terbentuk di sekelilingnya dan kadang-kadang menyakitkan.

Payudara yang mengalami rekonstruksi, juga cenderung memiliki kekenyalan yang abnormal dan tidak begitu sensitif. (Syaraf-syaraf kecil yang luar biasa, yang memberikan respon yang demikian istimewa pada puting susu, telah rusak pada saat operasi tersebut).

Namun penelitian-penelitian secara konsisten telah menunjukkan bahwa wanita yang sebuah payudaranya (atau keduanya) telah dibentuk kembali setelah mastektomi, merasa lebih bahagia dengan penampilannya, terutama di saat telanjang, dibanding dengan wanita-wanita yang payudaranya tidak direkonstruksi. Rekonstruksi tersebut kadang-kadang dilakukan selama berbulan-bulan atau bahkan satu tahun atau lebih setelah mastektomi. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang payudaranya direkonstruksi bersamaan dengan dilakukannya operasi kanker cenderung tidak mengalami masa-masa yang penuh depresi, kesedihan dan masalah seksual.

BEBERAPA CARA PERTOLONGAN MANDIRI
Jika Anda sedang menghadapi mastektomi sangat bijaksana untuk mengetahui sejumlah hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda melewati peristiwa tersebut.

Temuilah seorang ahli terapi. "Ketika seorang wanita menjalani mastektomi, dia secara pasti harus mengunjungi seorang ahli terapi seks, paling tidak satu kali," demikian kta Jude Cotter, Ph.D., seorng psikolog dan ahli terapi seks di praktek pribadinya di Farminton Hills, Michigan.

Dr. Schover setuju, jika seorang wanita memiliki banyak uang (biaya ekstra yang tinggi di luar pengobatan, biasanya tidak mendapat santunan dari asuransi), konseling seksual singkat setelah menerima diagnosa adanya kanker payudara, akan sangat membantu.

Akan sangat membantu jika pasangan seksualnya juga ikut menghadiri konseling ini, demikian Dr. Schover menambahkan. Ini akan membantu membuka jalur komunikasi seksual di antara keduanya dan jika terdapat perubahan dalam teknik seksual yang diperlukan, pasangan pria harus diberitahu.

Pada kenyataanya, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa pemulihan psikologis dan seksual seorang wanita setelah operasi kanker payudara akan sangat terbantu jika suami atau pasangannya turut berpartisipasi dalam seluruh proses yaitu: berpartisipasi dalam penentuan keputusan perawatan, mengunjungi rumah sakit bersama pasangan atau istrinya dan mendapat penjelasan secara dini mengenai bekas luka mastektomi atau lumpektomi. Laki-laki juga menderita karena peristiwa ini karena mereka turut berperan di dalamnya. Laki-laki cenderung lebih senang pada salah satu payudara pada permainan seks, demikian Dr. Cotter menerangkan -- dan bahkan mungkin laki-laki dengan sedih menyalahkan diri mereka sendiri jika apa yang mereka lakukan tersebut dapat menimbulkan sebuah tumor.

Cobalah fokus sensasi fisik.
Wanita yang tergantung pada puting-puting susu agar terangsang mungkin perlu belajar cara-cara baru untuk menjadi terangsang setelah operasi mastektomi. Para ahli terapi seks sering menyarankan latihan-latihan pemusatan kekuatan sensasi fisik (sensate focus exercises) yang dapat meningkatkan kepekaan erotis tubuh secara menyeluruh dan akan membantu Anda menemukan cara baru untuk mencapai puncak kenikmatan.


Carilah informasi.
Suatu gagasan yang bagus untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang operasi tersebut. Jika Anda bermaksud untuk menjalani rekonstruksi payudara setelah operasi, suatu gagasan yang bagus untuk memutuskan hal ini sebelumnya, dan memberitahu tim medis Anda mengenainya. Dalam banyak kasus, pemberitahuaan sebelumnya, dapat membantu ahli bedah plastik untuk menyelamatkan puting susu Anda.


Mencapai pemulihan.
Banyak rumah sakit yang berpartisipasi di American Cancer Society's Reach to Recovery Program yang mempertemukan para sukarelawan yang telah menjalani mastektomi setahun lebih awal dengan mereka yang baru menjalaninya. Berbicara dengan orang lain yang mempunyai pengalaman yang sama adalah salah satu terapi paling kuno, paling dapat diandalkan dan yang paling murah.

Sumber: Panduan Kesehatan


2 comments:

  1. I think your blog is very helpful for those who pembanca and for the impression it would be great I recommend to update your blog
    domino qiu qiu

    ReplyDelete