Header Ads

LightBlog

Menopause Dini

Dari: Sarah Handayani & Rosita - Anida Online
Menopause dini datang saat wanita masih berada di usia reproduksi. Wanita yang memiliki riwayat keluarga menopause dini, mengalami operasi pengangkatan ovarium, menjalani terapi kanker seperti radiasi atau kemoterapi yang merusak ovarium, punya kemungkinanlebih besar mengalami menopause dini.

Menurut DR. Dr. Purwantyastuti, MSc, SpFK, Staf Pengajar Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menopause berasal dari kata meno dan pause. Meno adalah mens atau haid. Pause berarti stop atau berhenti. Jadi, menopause berarti berhenti haid.

Haid berhenti karena ovarium tidak lagi memberikan respon terhadap sinyal hormon di dalam tubuh. Sebelumnya, bila hormon memberikan sinyal kepada ovarium (indung telur) untuk mengeluarkan ovum (telur), maka ovarium mengeluarkan ovum yang siap untuk dibuahi. Peristiwa itu rutin terjadi setiap bulan di masa reproduksi seorang wanita. Bila tidak ada ovulasi (pertemuan ovum dan sperma), maka wanita akan mengalami haid.

Sebelum haid berhenti, biasanya wanita akan mengalami masa peralihan yang disebut dengan masa perimenopause. Masa peralihan ini bervariasi antara 2 hingga 6 tahun. Pada masa perimenopause ini ada beberapa gejala yang pada umumnya terjadi. Gejala yang biasanya muncul antara lain, hot flashes (timbulnya rasa panas pada bagian tubuh tertentu), sulit tidur, haid tidak teratur dan munculnya kecemasan.

Menurut dokter yang biasa disapa Tuti ini, umumnya wanita Indonesia mengalami menopause di usia 45-55 tahun. Rentang usianya memang agak lebar karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain status gizi, riwayat penyakit, beban pekerjaan, dan lain-lain. Jadi, bila seseorang mengalami henti haid di usia 30-an atau awal 40-an, maka orang tersebut dapat dikatakan mengalami menopause dini.

Beberapa kondisi berbeda
Ada beberapa kondisi berbeda yang semuanya memiliki gejala sama, yaitu henti haid di usia dini. Beberapa kondisi tersebut adalah ovulasi prematur, menopause karena operasi atau terapi kanker dan perimenopause.

Ovulasi prematur, menopause prematur atau Premature Ovarian Failure (POF) yang memiliki gejala berhenti haid merupakan salah satu kondisi yang dialami oleh seseorang yang mengalami menopause dini. Namun, berbeda dengan keadaan menopause pada umumnya yang sudah tidak lagi mengalami ovulasi. Wanita yang mengalami ovulasi prematur ini tidak haid karena tubuhnya tidak respon terhadap sinyal untuk ovulasi. Namun, sebenarnya ovariumnya masih memproduksi ovum. Menopause prematur bisa disebabkan oleh adanya kelainan kromosom atau kelainan imunitas.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa 25% wanita yang mengalami ovulasi prematur masih memiliki ovum yang siap untuk dibuahi. Sekitar 8-10% dari golongan tersebut bahkan mengalami kehamilan. Keadaan yang kedua adalah berhenti haid yang disebabkan oleh tindakan operasi misalnya pengangkatan ovarium, rahim, atau terapi kanker dengan radiasi atau kemoterapi. Semua hal tersebut menyebabkan ovarium gagal atau tidak mampu memproduksi hormon secara normal, sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan henti haid.

Dosis yang tinggi saat kemoterapi atau radiasi yang dilakukan untuk mematikan sel-sel kanker juga dapat menyebabkan rusaknya ovarium. Keadaan itu dapat merusak keseimbangan hormon yang menyebabkan henti haid di usia dini.

Keadaan yang ketiga adalah perimenopause. Periode yang terjadi sebelum masa menopause yang sesungguhnya ini juga menunjukkan gejala henti haid. Pada masa ini, seorang wanita sering mengalami haid yang tidak teratur atau haid yang tidak mengandung ovum. Saat munculnya gejala masa peralihan inilah sebenarnya seseorang mulai memasuki masa menopause yang sesungguhnya.

Beberapa penyebab lain yang juga berhubungan dengan menopause dini adalah adanya riwayat menopause dini dalam keluarga. Bila di dalam keluarga, seperti ibu, nenek, kakak atau adik ada yang mengalami gejala menopause dini, maka kemungkinannya untuk mengalami hal tersebut juga ada.

Bahkan, adanya infeksi virus saat seorang wanita masih berada di dalam rahim ibu juga berpengaruh. Infeksi virus saat hamil akan mempengaruhi jumlah telur yang dimiliki oleh bayi tersebut kelak. Analoginya, wanita dengan jumlah telur yang lebih sedikit telurnya akan lebih cepat habis daripada wanita pada umumnya. Sehingga, ia akan mengalami henti haid lebih awal. Beberapa penyakit seperti, infeksi kelenjar thyroid, kelebihan hormon prolaktin, kelainan pada kelenjar pituitary, atau status gizi buruk juga dapat menyebabkan berhentinya haid.

Kenali gejalanya dan atasi dengan bijak
Sebelum terjadi henti haid, pada umumnya wanita mengajalmi gejala haid tidak teratur. Ketidakteraturan ini disebabkan oleh keadaan hormon yang tidak seimbang. Ketidakteraturan ini dapat berupa siklus yang lebih pendek, jarak haid yang tidak teratur, atau perdarahan yang banyak.

Meskipun ketidakteraturan haid ini pertanda ketidakstabilan hormon yang wajar, namun ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Karena ada kemungkinan ketidakteraturan ini merupakan pertanda adanya sesuatu yang tidak beres pada tubuh. Misalnya, ada tumor, kanker atau jaringan fibroid yang sering muncul menjelang menopause. Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada kelainan.

Munculnya gejala hot flashes atau munculnya rasa panas pada muka atau bagian tubuh lainnya dapat ditangani dengan menjalani hidup sehat dan bebas stress. Hidup sehat dengan makan, minum, istirahat, dan olahraga yang cukup dan teratur. Bebas stress dilakukan dengan menjalani hidup penuh ketenangan.

Beberapa orang, atas anjuran dokter, perlu menjalani terapi sulih hormon untuk mengatasi menurunnya kadar hormon estrogen karena keadaan yang menyertainya, seperti osteoporosis dan jantung koroner. “Dalam beberapa keadaan, terapi sulih hormon dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang menyertai kekurangan hormon estrogen,” kata Tuti.

Saat kadar estrogen menurun, maka elastisitas vagina berkurang dan mengering. Melakukan hubungan seks pun menjadi tidak nyaman. Vagina pun menjadi lebih mudah terluka dan iritasi. Untuk mengatasinya bukan berarti wanita sudah tidak dapat lagi berhubungan seks. Justru, melakukan hubungan seks dengan frekuensi yang cukup dapat mengatasi masalah kekeringan vagina. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat menghilangkan ketidaknyamanan. Misalnya, menggunakan jelly saat berhubungan. Hindari pemakaian parfum, tissue, pembalut, sabun tertentu yang akan menambah kering vagina.

Menjalani hidup sehat dengan konsumsi makanan dan minuman yang sehat, olahraga teratur serta istirahat yang cukup merupakan modal bagi masa menopause yang menyenangkan. “ Datang lebih cepat atau pada waktunya, menopause pasti akan dialami oleh setiap orang. Jadi, tak ada yang perlu dicemaskan,” tutur Tuty mengomentari masa menopause dengan bijak.

Dari pengasuh: Baca juga Dampak Terapi Estrogen Pada Wanita Menopause

3 comments:

  1. Teriman Kasih sharingnya bu

    regards,
    hermansyah
    http://www.cafe-rieka.com

    * Originally posted on: Sabtu, Maret 28, 2009

    ReplyDelete
  2. saya merasa tengah mengalami menapouse dini,krn semua gejala yang disebutkan ada pada diri saya.padahal saya tidak pernah operasi ..saya jg tdk sedang kemoterapi...apakh ini bisa disebabkan oleh pemakaian kb suntik yang terlalu lama.saya menggunakannya selama krg lebih 18 tahun?

    ReplyDelete
  3. Mengobati impotensi,lemah syahwat, dan frigiditas, serta termasuk cegah menopause dini.

    Coba produk yang satu ini
    RexiMax/Herbamax

    Kunjungi kami di:
    Web: http://www.reximax.com
    ID: SKY0004448
    Pasword Login: 111111
    HP/sms: 02137878828, 081807490541

    Reximax adalah ramuan herbal yang diracik khusus dari bahan herbal alami dengan komposisi yang seimbang sehingga tidak ada efek samping berfungsi untuk meninggkatkan Vitalitas yang prima, meningkatkan kesuburan hormon, regenerasi sel, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Juga bermanfaat untuk therapy detoxifikasi, diabetes, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan impotensi, lemah syahwat dan frigiditas, memperlambat penuaan serta menopause dini.
    Delapan Ramuan Alami Yang Terkandung Dalam REXIMAX/Herbamax untuk kehidupan yang lebih harmonis, terdiri dari :

    TRIBULUS TERRESTRIS
    PURWOCENG (Pimpinella Alpina)
    PANAX GINSENG
    TONGKAT ALI ( Eurycoma Longifola)
    MACA ( Lepidium Perulianum Chacon )
    MADU
    KOPI
    NON DAIRY CREAMERS (NDC)

    Cara Penyajian & Pemakaiannya
    • Didihkan air panas sebanyak 100cc
    • Tuangkan kedalam gelas yang telah berisi 1/2 sachet herbamax (reximax), aduk sampai rata
    • Pemakaiancukup 1/2 sachet perhari atau per dua hari sekali

    ReplyDelete