Header Ads

LightBlog

Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

Sepanjang hidup kaum perempuan, kanker payudara selalu mengintai, selain juga kanker ovarium. Bahkan bagi pasien yang sudah melakukan pengangkatan payudara pun masih dihantui kemungkinan penyebaran dan kambuhnya kanker. Itu sebabnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan HER2 setelah dokter mendiagnosis kanker.

HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor-type 2) adalah protein yang bisa menyebabkan pertumbuhan kanker payudara menjadi kanker yang lebih ganas. Seorang pasien disebut memiliki HER2 positif bilamana tumor seorang pasien memiliki jumlah HER2 yang sangat besar.

Kanker payudara dengan HER2 positif merupakan salah satu jenis kanker payudara yang tumbuh sangat cepat dan ganas. Diperkirakan satu dari empat pasien kanker payudara memiliki HER2 positif.

Sebenarnya HER2 ada pada sel normal setiap orang, tapi jumlahnya sedikit. Jika terjadi kelainan sel yang menyebabkan kanker, maka jumlah HER2 menjadi tidak terkendali dan akhirnya merangsang pembentukan sel yang tidak diperlukan, terjadilah kanker, papar dr. Endang SR Hardjolukito, SpPA, dari Departemen Patologi Anatomik, FKUI-RSCM.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab timbulnya kanker payudara. Namun, faktor-faktor risiko tinggi munculnya penyakit ini antara lain wanita umur di atas 40 tahun yang belum pernah hamil, ada faktor keturunan dari keluarga, mempunyai anak pertama di atas usia 35 tahun, mengalami menstruasi pada usia lebih dini, wanita yang mengalami menopause terlambat, wanita yang tidak menyusui, wanita yang mendapat obat hormonal dalam jangka waktu lama, dan kegemukan.

Ketika seorang pasien didiagnosis menderita tumor di payudara biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk mengetahui tipe, luasnya, serta keganasan tumor. Setelah itu akan dilakukan terapi yang tepat untuk mengobatinya, jika tumor jinak maka cukup diambil tumornya saja, namun jika sudah ganas atau menjadi kanker dilakukan pemeriksaan lagi apakah payudara perlu diangkat seluruhnya.

Menurut dokter Endang, kendati sudah dilakukan pengangkatan seharusnya dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui status reseptor hormon. Jika status HER2 nya positif maka dokter akan menyarankan untuk pemberian obat anti HER2. Cara kerja obat ini adalah mengunci HER2 agar tidak membelah diri dan akhirnya mati, ujarnya.

Pemberian obat HER2 sendiri belum banyak dilakukan. Di dunia pengobatan HER2 baru dimulai sejak tahun 2000. Selain itu mahalnya biaya pengobatan masih menjadi kendala tersendiri, padahal sekitar 30 persen pasien kanker payudara memiliki HER2 positif.

No comments