Header Ads

LightBlog

Sekali Lagi, Tentang METASTASIS


Aspek paling mematikan dari kanker adalah kemampuannya untuk menyebar ke bagian lain dari tubuh, atau dikenal dengan sebutan metastasis.

Sel-sel kanker pada awalnya merupakan kelompok yang kemudian membentuk tumor primer. Setelah tumor terbentuk, maka satu demi satu - atau berkelompok - sel mulai melepaskan diri dari tumor ini dan melakukan perjalanan ke bagian lain dari tubuh. Proses inilah yang disebut metastasis. Sel-sel kanker ini bergerak melalui tubuh dan segera membentuk tumor baru di lokasi yang jauh dari lokasi awalnya (tempat di mana pertama kali tumor primer ditemukan).

BELUM SEPENUHNYA DIPAHAMI
Metastasis adalah proses sangat rumit yang masih belum sepenuhnya dipahami. Untuk bermetastasis, sebuah sel kanker harus melepaskan diri dari tumor induknya, menembus sistem peredaran darah atau getah bening, yang kemudian mengantarkannya ke lokasi baru di mana kemudian ia akan mengembangkan dirinya sendiri.

Pada dasarnya tubuh kita memiliki banyak sistem perlindungan guna mencegah sel-sel 'tidak dikenal' untuk melakukan hal itu, dan sel-sel kanker sebetulnya tidak memiliki banyak kemampuan untuk mengatasi sistem pengamanan ini. Namun tokh ternyata sel kanker tetap dapat bermetastasis. Karenanya studi dan penelitian tentang kanker belakangan ini berusaha fokus pada usaha untuk memahami bagaimana sel kanker bermutasi untuk menghindari sistem pertahanan tubuh, hingga bebas bergerak dan dapat menyebar ke organ lainnya.

Ketika kanker didiagnosis, mungkin ia ditemukan di suatu lokasi yang sebenarnya bukan lokasi tumor primer. Melalui berbagai cara pengujian, biasanya dokter akan menemukan letak tumor primer dan menentukan sejauh mana ia telah menyebar dari lokasi awalnya.

PROGNOSIS KESEMBUHAN
Melokalisir tumor yang belum sempat bermetastasis memiliki prognosis terbaik untuk penyembuhan. Kanker yang telah bermetastasis biasanya menunjukkan tanda-tanda penyakit sudah pada tahap lanjut dan tentunya perawatan menjadi lebih sulit, dengan hasil yang lebih buruk. Pada akhirnya, pasien kanker payudara misalnya, boleh jadi akan menyerah kalah pada kanker paru-paru atau otak, yang pada awalnya bukan merupakan penyakit kanker yang dideritanya.

METASTASIS
Metastasis umumnya terjadi melalui aliran darah atau sistem limfatik. Sama seperti sel-sel normal lainnya, sel-sel kanker juga membutuhkan suplai darah untuk dapat berfungsi. Mereka juga memiliki akses ke aliran darah sebagaimana yang dimiliki oleh sel-sel sehat. Akses inilah yang memungkinkan sel-sel kanker melepaskan diri dari tumor primernya untuk kemudian melakukan 'invasi' ke bagian mana saja dari seluruh tubuh.

Begitu berada dalam aliran darah, sel-sel kanker dengan sendirinya memiliki akses ke seluruh tubuh. Akan halnya sistem limfatik, sistem ini juga memiliki saluran sendiri ke seluruh tubuh seperti sistem peredaran darah, lewat mana sel-sel kanker juga dapat dengan leluasa menyebar.

Ketika ahli bedah mengangkat tumor, biasanya mereka juga akan mengangkat bagian terdekat dari sistem getah bening - termasuk kelenjar getah bening - yakni lokasi yang paling sering menjadi wilayah di mana sel kanker pertama kali bermetastasis. Jika metastasis sudah terjadi di sistem limfatik, maka upaya (prognosis) untuk penyembuhan akan menjadi sangat sulit.

BAGAIMANA TERJADINYA METASTASIS?
Untuk memulai proses metastasis, sebuah sel ganas pertama-tama harus melepaskan diri dari tumor primer. Dalam jaringan normal, sel-sel saling mendukung dan menautkan diri satu sama lain pada jaringan ikat protein yang mengisi ruang di antara mereka. Jaringan ikat protein ini dikenal sebagai matriks ekstraseluler. Lapisan antara sel-sel dan matriks ekstraselular disebut epitel, yaitu kumpulan sel-sel yang membentuk lapisan kulit dan jaringan mulut, perut, paru-paru, dan organ lainnya. Untuk memisahkan dirinya, lebih dulusel-sel kanker harus melepaskan diri, tidak hanya dari sel-sel di sekitarnya, tetapi juga dari matriks ekstraseluler. Sel diselenggarakan bersama-sama dengan molekul adhesi sel-ke-sel. adhesi ini juga memungkinkan interaksi antara berbagai protein pada permukaan sel. Dalam sel-sel kanker, molekul adhesi tampaknya akan hilang atau terganggu. Cadherins, keluarga molekul protein adhesi antar sel, memainkan peran besar dalam menjaga sel bersama-sama. Salah satu subtipe dalam keluarga ini, E-kaderin, adalah molekul adhesi ditemukan dalam sel-sel mamalia. Molekul ini tampaknya menjadi faktor penting dalam adhesi sel-sel. Dalam sel-sel kanker, E-kaderin adalah baik sebagian atau seluruhnya hilang. Hal ini memungkinkan sel-sel kanker untuk melepaskan diri dari satu sama lain, dan dari matriks yang memegang segala sesuatu di tempatnya. Studi klinis melibatkan manipulasi E-kaderin, telah membuktikan bahwa molekul ini penting untuk menghentikan metastasis. Satu studi menunjukkan bahwa memblokir E-kaderin pada sel kanker mengubah mereka dari noninvasif ke invasif. Karya ini mendirikan pentingnya adhesi sel. Studi ini menunjukkan kemampuan adhesi sel untuk menghambat kapasitas sel kanker untuk menyerbu, dengan tetap terikat pada sel-sel lain. Jika adhesi sel terganggu, sel-sel kanker memiliki kesempatan untuk bermetastasis dan menyerang area lain dari tubuh. Berkaitan dengan kanker mulut, penelitian telah menunjukkan bahwa air liur menyediakan lingkungan yang baik untuk metastasis. Air liur kaya alami hyaluronic acid (HA), molekul yang mengikat pada permukaan sel, sehingga memudahkan sel untuk bergerak. Ini membantu melarikan diri adhesi sel ke sel lain dan memungkinkan untuk bergerak lebih bebas.

Selain mengikatkan diri antara satu sama lain, sel juga mematuhi matriks ekstraselular. Matriks terdiri dari protein jaringan ikat seperti kolagen dan elastin yang berinteraksi untuk membentuk bahan yang sangat tidak larut. Matriks ekstraseluler tidak hanya mengikat sel bersama-sama, juga memungkinkan sel untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Penelitian telah menunjukkan bahwa sel memiliki ketergantungan pada tempat berlabuh. Ini berarti bahwa sel tidak dapat bereproduksi kecuali melekat ke permukaan jaringan. Lampiran ini dimungkinkan melalui molekul permukaan sel yang disebut integrins, yang mengikat ke matriks ekstraseluler. Hanya setelah sel telah menempel ke permukaan akan itu mulai siklus reproduksi tersebut. sel jomblo tidak mereproduksi, atau tumbuh. Sebuah protein nuklir yang disebut E-CDK2 mengatur pertumbuhan dan pembagian sel. Jika sel tidak melekat pada apa pun, zat penghambat dalam inti shut down E-CDK2, dan sel berhenti tumbuh. Banyak sel-sel yang tidak dapat menemukan pelabuhan, tidak hanya berhenti mereproduksi dan berkembang, tetapi mereka juga mulai apoptosis, atau kematian sel terprogram.

The menghentikan pertumbuhan dan reproduksi sel tidak terikat merupakan salah satu pengamanan tubuh untuk mempertahankan integritas jaringan. Sel-sel normal memiliki tempat tertentu di mana mereka harus tetap untuk bertahan hidup. Namun, sel-sel kanker dapat eksis tanpa berlabuh. protein E-CDK2 mereka tetap aktif dan memungkinkan sel-sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak. E Alasan-CDK2 tetap aktif tidak diketahui, namun para peneliti berpikir bahwa onkogen dapat bertanggung jawab. Onkogen bermutasi versi proto-onkogen, yang hadir dalam sel sehat, dan mampu mengubah sel normal menjadi sel ganas. Ada kemungkinan bahwa dalam sel kanker, protein dibuat oleh onkogen dapat menyampaikan pesan palsu bahwa sel terpasang jika tidak. Hal ini memungkinkan sel kanker untuk terus tumbuh dan berkembang biak saat itu harus terlibat dalam apoptosis, atau sel mati terprogram.

Setelah sel kanker terlepas dari matriks ekstraselular dan sel lainnya, ia akan membuat jalannya sendiri ke dalam peredaran darah atau sistem limfatik agar dapat melakukan perjalanan ke organ lain. Cara yang paling umum untuk ini adalah melalui aliran darah, karena pembuluh darah sering berada di dekatnya. Tumor sendiri mampu menciptakan pembuluh darah baru (angiogenesis) karena kebutuhan mereka akan gizi, dan pembuluh darah ini memberikan peluang besar bagi sel-sel kanker untuk brgerak ke organ lain.

Masuk ke pembuluh darah membutuhkan penetrasi membran basal yang merupakan lapisan tipis matriks ekstraseluler khusus. Membran basal mengelilingi pembuluh darah tetapi mereka juga menyatu dengan sel epitel. Sel epitel, yakni sel yang merupakan sumber paling umum tumbuhnya kanker, memiliki membran basal yang memisahkan mereka dari bagian-bagian tubuh. Tumor kanker yang berkembang pada sel epitel harus menembus dua membran basal, yaitu epitel dan pembuluh darah untuk transportasi. Untuk ini sel kanker akan melepaskan enzim yang disebut metaloproteinase (MMPs). Enzim ini akan melarutkan membran basal dan matriks ekstraselular lainnya, sehingga memungkinkan penetrasi pada membran basal dan pembuluh darah yang akan memberikan akses sel kanker melakukan penyusupan ke bagian lain dari tubuh.

ORGAN TUBUH PALING RAWAN METASTASIS
Saat berada dalam aliran darah, sel kanker harus berjuang melawan sistem pertahanan tubuh dalam upayanya melekatkan diri di lokasi baru. Kurang dari 1 dalam 10.000 sel kanker dapat bertahan dalam upayanya membentuk tumor baru. Sirkulasi darah berperan penting dalam menentukan ke mana sel-sel kanker dapat melakukan perjalanan. Sel-sel kanker biasanya terjebak di gugus pertama pembuluh darah kapiler darah balik yang mereka hadapi di titik masuk. Sering kapiler ini berada di paru-paru, karena setelah melalui berbagai organ, darah vena akan dikembalikan ke paru-paru untuk reoksigenasi. Dari usus, pertama sekali darah diangkut ke hati, sehingga sel-sel kanker yang meninggalkan usus akan turut terbawa ke sana. Karenanya, paru-paru dan hati adalah dua tempat paling umum terjadinya metastasis dalam tubuh manusia. Begitu beada di lokasi baru, sel-sel ini kembali harus menembus membran basal dan pembuluh darah lalu membangun sendiri jaringan barunya.

Dalam tumor primer sendiri, hanya sel-sel kanker tertentu saja yang dapat bermetastasis. Tidak semua sel kanker memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam perjalanannya ke wilayah lain dari tubuh. Banyak sel-sel kanker yang melakukan perjalanan ini mati karena tidak memiliki sistem pertahanan untuk melakukan seluruh proses metastasis. Sedangkan sifat-sifat di tumor primer sendiri, seperti deformabilitas, agregasi, dan ekspresi molekul perekat, mencegah sel-sel kanker untuk melepaskan diri dari induknya. Tubuh juga memiliki senjata, seperti turbulensi darah, trombosit, sel-T, sel-sel pembunuh alami, dan makrofag, yang terus beredar guna membunuh sel-sel asing, termasuk sel kanker. Sel-sel tumor yang mencapai organ tujuan mereka juga mungkin tidak mampu merespon sifat-sifat spesifik dari organ tertentu, dan faktor ini juga dapat membunuh mereka.

TIDAK SEMUA SEL KANKER MAMPU BERMETASTASIS
Sebuah studi yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa kurang dari 1% melanoma B16 (sel tumor ganas) yang disuntikkan ke dalam tubuh tikus selamat dalam upaya mereka melakukan metastasis. Tingkat kelangsungan hidup yang kecil ini menguatkan dugaan bahwa pertumbuhan tertentu sub-populasi unik (sel tumor yang berkembang jauh dari tumor primer) ini memiliki sifat-sifat khusus. Sel-sel ini memiliki perangkat yang mereka perlukan untuk berhasil menyelesaikan proses metastasisnya. Sedangkan sebagian besar sel tumor lainnya akan mati di titik-titik tertentu dalam perjalanan mereka. Dari penelitian ini, sel-sel kanker ternyata dapat diidentifikasi dan diisolasi, sehingga membuktikan bahwa tidak semua sel kanker memiliki kemampuan untuk bermetastasis.

Ada juga studi yang menyimpulkan bahwa tumor tertentu hanya menghasilkan metastasis ke organ tertentu. Penelitian telah menunjukkan bahwa meskipun sel kanker dapat menjangkau seluruh organ tubuh, namun mereka memiliki ketertarikan hanya pada organ-organ tertentu saja. Hanya ketika sel mencapai organ-organ tersebutlah baru mereka berdiam diri dan berkembang biak. Ivan Stamenkovic dari Harvard Medical School mendukung teori ini saat ia berhasil mengarahkan penyebaran metastasis sel tumor dengan memasukkan molekul adhesi tertentu ke dalam hati tikus. Ternyata sel-sel tumor kemudian terkonsentrasi di sana. Molekul adhesi yang dimasukkan ke dalam hati tikus ini menunjukkan penanda benar bahwa sel-sel tumor memang mencari tempat-tempat tertentu untuk berkembang biak. Ini, dan masih banyak eksperimen lainnya, menunjukkan bahwa sel tumor dan jaringan tertentu dalam tubuh adalah penentu utama dari lokasi terjadinya metastasis.

Sumber: oralcancerfoundation.org | Disadur bebas dari atikel asli: Metastasize



PERHATIKAN VIDEO BERIKUT INI



Lihat Video Lainnya


No comments