Header Ads

LightBlog

Patologi, Vital Pada Penanganan Kanker

Perkembangan penyakit telah menuntut para ahli kedokteran bekerja sama untuk mengatasinya. Salah satu yang memiliki peran penting adalah ilmu patalogi, terutama dalam penanganan penyakit kanker.

Untuk mengatasi suatu penyakit, terapi yang tepat harus didukung diagnosis tepat pula. Dalam penyakit kanker misalnya, masalah pertama yang harus diperhatikan adalah membedakan keadaan kanker dengan bukan kanker. Kedua, menentukan jenis dan penyebaran kanker. Ketiga, memutuskan cara pengobatan yang paling tepat. Di sinilah dokter tidak bisa berjalan sendiri.

Pandangan seorang ahli patologi diperlukan untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk menentukan tindakan pengobatan yang tepat. Yang khas dalam hal inilah bahwa ahli bedah mengarahkan keterampilannya untuk ”mengambil” jaringan kanker sebersih-bersihnya dari tubuh.

Sementara, ahli radiologi memfokuskan sinarnya setepat-tepatnya pada jaringan kanker dengan menjaga agar kerusakan pada jaringan sehat sedikit-sedikitnya. Begitu pula ahli kemoterapi mencari dan meneliti respons sebaik-baiknya terhadap obat-obatnya. Lalu di manakah peran ahli patologi terhadap kanker? Ahli patologi menentukan apakah benar penyakit yang diderita pasien kanker atau bukan.

Apabila benar, sudah sejauh mana penyebaran dan bagaimana kira-kira perangainya kemudian. Jika ahli patologi telah dapat menjawab ketiga pertanyaan tersebut kiranya dia telah melaksanakan tugasnya terhadap pasien. ”Pekerjaan seorang ahli patologi adalah pemeriksaan jaringan, sel, molekuler, dan komponen yang terkait dari pasien. Ahli patologi bekerja di belakang layar, tapi kini sudah ada pasien yang bertemu langsung dengan ahli patologi untuk mendiskusikan penyakitnya,” ujar Koordinator Pelayanan Masyarakat FKUI/RSCM dr Sutjahjo MS SpPA (K).

Tidak hanya pemeriksaan diagnosa, hasil kerja seorang ahli patologi juga menjadi tuntunan untuk ahli penyakit lainnya. Selain itu ahli patologi selalu mendiskusikan kasusnya dan bertukar informasi dengan dokter ahli lain, mulai dari ahli bedah hingga ahli kanker. ”Semua jaringan yang dikeluarkan dari tubuh pasien harus diperiksa oleh ahli patologi, hal ini untuk melindungi pasien. Di situlah pentingnya ahli patologi. Setelah jaringan dikeluarkan satu sampai dua jam sudah bisa didiagnosis karena prosesnya cepat dan sederhana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM dr Endang SR Hardjolukito MS SpPA (K) mengatakan, ahli patologi mendiagnosis penyakit secara lengkap/ komprehensif. Peran ekspertisi patologi anatomi bagi klinisi adalah merencanakan penatalaksanaan, mengarahkan pemilihan obat, dan meramal perjalanan penyakit. ”Patologi anatomi adalah sebagai bagian dari fakultas kedokteran. Dari patologi anatomi, maka para ahli penyakit lainnya dapat mengenal penyakit dan proses terjadinya penyakit,” ujar Endang.

Menurut dia, konsumen patologi anatomi adalah kedokteran nonbedah, yaitu mulai dari penyakit dalam, penyakit anak, radioterapi, penyakit kulit dan kelamin, kedokteran forensik. Salah satu penyakit dalam yang dapat terdeteksi dengan patologi secara jelas adalah kanker payudara. Dengan penelitian patologi, pasien bisa dinyatakan menderita kanker atau tidak. Atau kanker tersebut bisa dipastikan ganas atau tidak. Cara kerjanya yaitu dengan mendiagnosis patologi anatomik, yaitu diagnosa banding, diagnosa kerja, diagnosa penunjang, dan diagnosa pasti.

Salah satu contoh adalah biopsi payudara dengan biopsi jarum halus atau besar, cara ini murah dan cepat dengan hanya menusukkan jarum pada payudara tanpa operasi. ”Cara ini untuk penyembuhan kanker payudara yang belum terlalu parah,” ujar dr Sutjahjo. Biopsi insisi, yaitu pengambilan sel-sel kanker tersebut melalui operasi.

Pada umumnya dokter melakukan operasi pengambilan sebagian payudara pasien. Biopsi eksisi yaitu pengangkatan keseluruhan payudara yang bersangkutan. Sangat penting untuk mengetahui apakah terjadi penyebaran ke kelenjar getah bening. ”Seorang ahli patologi selalu mendiskusikan kasusnya dengan ahli lainnya mulai dari ahli bedah atau ahli kanker, atau dengan ahli patologi yang lain. Dengan patologi, seorang pasien bisa langsung terdeteksi penyakit dan perkembangannya,” ujar Endang.

[Seperti dilaporkan oleh lenny handayani - SINDO]

No comments